Norwegia Impor

Harga

Harga

96,37 miliar NOK

Perubahan +/-

+489 Juta. NOK

Perubahan Persentase

+0,51 %

Nilai saat ini dari Impor di Norwegia adalah 96,37 miliar NOK. Impor di Norwegia meningkat menjadi 96,37 miliar NOK pada 1/6/2026, setelah sebelumnya adalah 95,88 miliar NOK pada 1/5/2026. Dari 1/1/1960 hingga 1/6/2026, rata-rata PDB di Norwegia adalah 25,14 miliar NOK. Puncak tertinggi tercapai pada 1/3/2026 dengan 104,59 miliar NOK, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/7/1960 dengan 696,00 Juta. NOK.

Sumber: Statistics Norway

The current value of Impor in Norwegia is 96,37 miliarNOK. Impor in Norwegia increased to 96,37 miliarNOK from 95,88 miliarNOK.Impor in Norwegia averaged 25,14 miliarNOK from 1/1/1960 until 1/6/2026.The all-time high was 104,59 miliarNOK (1/3/2026)and the record low was 696,00 Juta.NOK (1/7/1960).

Impor

Impor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor
Date
Impor
11 Jan 2025
99,90 miliar NOK
12 Jan 2025
99,21 miliar NOK
1 Jan 2026
79,46 miliar NOK
2 Jan 2026
89,24 miliar NOK
3 Jan 2026
104,59 miliar NOK
4 Jan 2026
93,42 miliar NOK
5 Jan 2026
95,88 miliar NOK
6 Jan 2026
96,37 miliar NOK
Access this data via the Eulerpool API

Impor Riwayat

Impor — Riwayat
TanggalNilai
96,37 miliar NOK
95,88 miliar NOK
93,42 miliar NOK
104,59 miliar NOK
89,24 miliar NOK
79,46 miliar NOK
99,21 miliar NOK
99,9 miliar NOK
99,66 miliar NOK
96,7 miliar NOK
...

Indikator Makro Serupa dengan Impor

Impor

Pada tahun 2019, impor ke Norwegia naik sebesar 6 persen dari tahun sebelumnya mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar NOK 756 miliar. Impor utama adalah: mesin dan peralatan transportasi (40 persen dari total impor) yang dipimpin oleh kendaraan jalan (12 persen), mesin dan peralatan listrik (6 persen), mesin industri umum dan peralatan (5 persen), mesin untuk industri khusus (4 persen), peralatan dan perlengkapan telekomunikasi (4 persen) dan peralatan transportasi lainnya termasuk kapal (4 persen); berbagai barang manufaktur (14 persen) seperti pakaian dan aksesori (3 persen); barang manufaktur yang diklasifikasikan terutama berdasarkan bahan (14 persen) termasuk produk logam (5 persen); bahan kimia dan produk terkait (10 persen); bahan bakar mineral, pelumas dan bahan terkait (7 persen) karena minyak bumi, produk minyak bumi (6 persen); makanan dan hewan hidup (6 persen); dan bahan mentah, tidak bisa dimakan, kecuali bahan bakar (6 persen). Swedia adalah sumber impor terbesar (12 persen dari total impor), diikuti oleh Jerman (11 persen), Tiongkok (10 persen), AS (8 persen), Denmark (6 persen), Inggris (5 persen), Polandia dan Belanda (masing-masing 4 persen).

Apa itu Impor?

Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.

Impor Norwegia — FAQ

What is the current Impor in Norwegia?

The current Impor in Norwegia is 96,37 miliarNOK as of 1/6/2026.

How has the Impor in Norwegia changed recently?

The Impor in Norwegia increased from 95,88 miliarNOK (1/5/2026) to 96,37 miliarNOK (1/6/2026).

What is the all-time high for Impor in Norwegia?

The all-time high for Impor in Norwegia was 104,59 miliarNOK, recorded on 1/3/2026.

What is the all-time low for Impor in Norwegia?

The all-time low for Impor in Norwegia was 696,00 Juta.NOK, recorded on 1/7/1960.

What is the historical average of Impor in Norwegia?

The historical average of Impor in Norwegia is 25,14 miliarNOK, calculated over the period from 1/1/1960 to 1/6/2026.

Where does the Impor data for Norwegia come from?

The Impor data for Norwegia is sourced from Statistics Norway and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.