Maroko Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian

Harga

Harga

33,41 miliar MAD

Perubahan +/-

+5,76 miliar MAD

Perubahan Persentase

+20,85 %

Nilai saat ini dari Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Maroko adalah 33,41 miliar MAD. Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Maroko meningkat menjadi 33,41 miliar MAD pada 1/3/2026, setelah sebelumnya sebesar 27,64 miliar MAD pada 1/12/2025. Dari 1/3/2006 hingga 1/3/2026, rata-rata Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Maroko adalah 25,54 miliar MAD. Nilai tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/3/2026 dengan 33,41 miliar MAD, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/9/2007 dengan 15,88 miliar MAD.

Sumber: Haut Commissariat au Plan

The current value of Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko is 33,41 miliarMAD. Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko increased to 33,41 miliarMAD from 27,64 miliarMAD.Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko averaged 25,54 miliarMAD from 1/3/2006 until 1/3/2026.The all-time high was 33,41 miliarMAD (1/3/2026)and the record low was 15,88 miliarMAD (1/9/2007).

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

PDB dari Pertanian
Date
PDB dari Pertanian
6 Jan 2024
25,92 miliar MAD
9 Jan 2024
25,63 miliar MAD
12 Jan 2024
25,52 miliar MAD
3 Jan 2025
28,21 miliar MAD
6 Jan 2025
28,08 miliar MAD
9 Jan 2025
27,68 miliar MAD
12 Jan 2025
27,64 miliar MAD
3 Jan 2026
33,41 miliar MAD
Access this data via the Eulerpool API

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian Riwayat

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian — Riwayat
TanggalNilai
33,41 miliar MAD
27,64 miliar MAD
27,68 miliar MAD
28,08 miliar MAD
28,21 miliar MAD
25,52 miliar MAD
25,63 miliar MAD
25,92 miliar MAD
26,09 miliar MAD
27,06 miliar MAD
...

Indikator Makro Serupa dengan Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian

Apa itu Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian?

Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor pertanian merupakan indikator ekonomi yang sangat penting yang digunakan untuk mengukur kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian suatu negara. Di Indonesia, pentingnya sektor pertanian tidak dapat dipandang sebelah mata, mengingat negara ini dianugerahi dengan keanekaragaman hayati yang kaya dan lahan pertanian yang luas. Melalui artikel ini, mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai PDB dari sektor pertanian di Indonesia dan bagaimana hal ini mempengaruhi berbagai aspek ekonomi nasional. PDB dari sektor pertanian mencakup total nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh kegiatan produksi di subsektor pertanian. Sub-sektor ini mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Nilai tambah bruto dihasilkan dari selisih antara output bruto dan input antara seperti bahan baku dan biaya produksi. Secara historis, sektor pertanian telah memainkan peran yang sangat vital dalam mendukung perekonomian Indonesia. Pada era awal kemerdekaan hingga tahun 1980-an, sektor ini mendominasi struktur ekonomi Indonesia, menyumbang lebih dari 30 persen terhadap PDB nasional. Kondisi ini tidak terlepas dari karakteristik demografi Indonesia, yang mana sebagian besar penduduknya tinggal di wilayah pedesaan dan mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama. Namun, seiring dengan perkembangan ekonomi dan adanya industrialisasi serta urbanisasi, kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional mengalami penurunan secara bertahap. Meski demikian, sektor ini tetap menjadi tulang punggung bagi ketahanan pangan, penyediaan bahan baku industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan wilayah pedesaan. Kontribusi PDB dari sektor pertanian sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal mencakup perubahan iklim, bencana alam, harga komoditas internasional, serta kebijakan perdagangan global. Sementara itu, faktor internal meliputi luas lahan pertanian, sistem irigasi, penggunaan teknologi pertanian, ketersediaan modal dan kredit pertanian, serta kebijakan pemerintah dalam sektor pertanian. Indonesia, dengan iklim tropisnya, memiliki potensi yang sangat besar dalam menghasilkan berbagai jenis produk pertanian seperti padi, jagung, karet, kelapa sawit, kopi, dan kakao. Diversifikasi produksi pertanian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB, sekaligus menjadi komoditas andalan dalam perdagangan internasional. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian di Indonesia tidaklah sedikit. Tantangan ini termasuk ketergantungan pada sektor pertanian subsisten, rendahnya akses terhadap teknologi modern, masalah irigasi, degradasi lahan, serta ketidakpastian harga komoditas. Semua tantangan ini dapat berpengaruh terhadap fluktuasi PDB dari sektor pertanian dari waktu ke waktu. Pemerintah Indonesia menyadari betul pentingnya sektor pertanian bagi perekonomian nasional. Kebijakan pemerintah dalam mendukung sektor ini antara lain melalui subsidi pupuk, perbaikan infrastruktur pertanian, program kredit usaha tani, hingga upaya dalam mengembangkan sektor agroindustri. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi, sektor pertanian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dan stabil terhadap PDB nasional. Salah satu pendekatan yang diambil adalah dengan menerapkan teknologi pertanian modern melalui mekanisasi serta pengembangan penelitian dan inovasi untuk mengoptimalkan hasil produksi. Penggunaan teknologi ini, seperti drone untuk pemetaan lahan dan irigasi pintar, memiliki potensi untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian. Selain itu, pasar domestik dan internasional bagi produk pertanian Indonesia juga memainkan peran yang krusial. Ekspor produk pertanian seperti kelapa sawit, kakao, dan kopi terus meningkat, memberikan devisa yang signifikan bagi negara. Namun, persaingan di pasar global memerlukan produk yang berkualitas tinggi dan berdaya saing kuat. Oleh karena itu, pengembangan kemampuan pengolahan pasca-panen dan sertifikasi produk menjadi aspek penting untuk diperhatikan. Dalam konteks ketahanan pangan, sektor pertanian memiliki mandat untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini mencakup produksi pangan pokok seperti padi, jagung, dan kedelai, yang menjadi dasar konsumsi masyarakat. Ketahanan pangan yang kuat diharapkan dapat membantu menstabilkan harga pangan dan menjaga inflasi tetap rendah. Sebagai penutup, PDB dari sektor pertanian merupakan cerminan dari bagaimana sektor ini berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Dengan berbagai upaya dan kebijakan yang diterapkan, diharapkan kontribusi ini dapat terus meningkat, mendukung ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Eulerpool sebagai website profesional dalam penyajian data makroekonomi, berkomitmen untuk terus menyediakan informasi yang akurat dan terkini mengenai PDB dari sektor pertanian, sehingga dapat menjadi panduan bagi para pengambil kebijakan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat luas. Eulerpool, dengan tim ahli dan teknologi canggih, memastikan bahwa data yang disajikan selalu relevan dan dapat diandalkan. Kami menyadari bahwa dalam era digital saat ini, informasi dan data yang akurat sangat penting untuk pengambilan keputusan yang tepat. Itulah mengapa kami berusaha untuk menjadi sumber informasi makroekonomi terpercaya, termasuk data PDB dari sektor pertanian di Indonesia. Kami mengundang Anda untuk terus mengikuti update terkini dari Eulerpool guna mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang perekonomian Indonesia dan sektor-sektor penting lainnya.

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian Maroko — FAQ

What is the current Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko?

The current Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko is 33,41 miliarMAD as of 1/3/2026.

How has the Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko changed recently?

The Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko increased from 27,64 miliarMAD (1/12/2025) to 33,41 miliarMAD (1/3/2026).

What is the all-time high for Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko?

The all-time high for Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko was 33,41 miliarMAD, recorded on 1/3/2026.

What is the all-time low for Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko?

The all-time low for Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko was 15,88 miliarMAD, recorded on 1/9/2007.

What is the historical average of Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko?

The historical average of Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Maroko is 25,54 miliarMAD, calculated over the period from 1/3/2006 to 1/3/2026.

Where does the Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian data for Maroko come from?

The Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian data for Maroko is sourced from Haut Commissariat au Plan and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.