Kolombia Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY)

Harga

Harga

7 %

Perubahan +/-

-12,2 %

Perubahan Persentase

-63,54 %

Nilai terkini Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) di Kolombia adalah 7 %. Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) di Kolombia turun menjadi 7 % pada 1/6/2026, setelah sebelumnya sebesar 19,2 % pada 1/5/2026. Dari 1/1/1965 hingga 1/6/2026, rata-rata PDB di Kolombia adalah 11,01 %. Puncak tertinggi tercapai pada 1/7/1972 dengan 166,70 %, sementara nilai terendah tercatat pada 1/10/1966 dengan -60,00 %.

Sumber: Dane, Colombia

The current value of Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia is 7%. Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia decreased to 7% from 19,2%.Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia averaged 11,01% from 1/1/1965 until 1/6/2026.The all-time high was 166,70% (1/7/1972)and the record low was -60,00% (1/10/1966).

Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY)

Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY)

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Ekspor YoY
Date
Ekspor YoY
9 Jan 2025
11,10 %
12 Jan 2025
1,30 %
1 Jan 2026
12,60 %
2 Jan 2026
11,40 %
3 Jan 2026
20,90 %
4 Jan 2026
11,70 %
5 Jan 2026
19,20 %
6 Jan 2026
7,00 %
Access this data via the Eulerpool API

Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) Riwayat

Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) — Riwayat
TanggalNilai
7 %
19,2 %
11,7 %
20,9 %
11,4 %
12,6 %
1,3 %
11,1 %
2,6 %
12,2 %
...

Indikator Makro Serupa dengan Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY)

Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY)

Ekonomi Kolombia sangat bergantung pada ekspor komoditas. Ekspor minyak dan batu bara menyumbang 59 persen dari total pengiriman, sementara emas menyumbang 5 persen. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produk lain seperti bahan kimia, mesin, dan bunga potong semakin mendapatkan perhatian. Mitra ekspor utama Kolombia adalah: Amerika Serikat (36 persen dari total ekspor), China (6 persen), Spanyol (5 persen), dan Venezuela (4 persen). Mitra lainnya termasuk: Belanda, Chili, Ekuador, Peru, India, Brasil, dan Inggris.

Apa itu Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY)?

Ekspor Tahunan (YoY): Memahami dan Mengoptimalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pada era globalisasi yang terus berkembang, indikator ekonomi memainkan peran penting dalam menilai kesehatan dan kemajuan ekonomi suatu negara. Salah satu indikator kunci yang sering dianalisis oleh ekonom, pembuat kebijakan, dan investor adalah Ekspor Tahun ke Tahun (YoY). Di situs web kami, eulerpool, kami menyediakan data ekonomi makro yang komprehensif, termasuk informasi mengenai ekspor YoY untuk berbagai negara, termasuk Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang konsep ini serta dampaknya terhadap perekonomian nasional. Ekspor YoY mengacu pada perubahan prosentase nilai barang dan jasa yang diekspor oleh suatu negara dari satu tahun ke tahun berikutnya. Dengan kata lain, ini adalah ukuran bagaimana nilai ekspor suatu negara berkembang dari tahun sebelumnya. Di Indonesia, ekspor memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mengembangkan sektor industri. Sektor Ekspor Indonesia Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, memiliki berbagai sektor ekspor yang signifikan. Produk-produk utama yang diekspor meliputi minyak kelapa sawit, batu bara, karet, gas alam, mesin, serta tekstil dan produk tekstil. Keanekaragaman ini memungkinkan Indonesia untuk memiliki portofolio ekspor yang beragam, yang merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Fluktuasi dalam salah satu sektor dapat ditutupi dengan kinerja yang kuat dari sektor lainnya. Faktor Pendorong Ekspor YoY di Indonesia Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ekspor YoY di Indonesia: 1. **Permintaan Global**: Permintaan global terhadap produk-produk Indonesia sangat berpengaruh terhadap kinerja ekspor. Ketika ekonomi besar seperti Amerika Serikat, China, dan Uni Eropa berada dalam kondisi yang baik, permintaan terhadap produk ekspor Indonesia cenderung meningkat. 2. **Harga Komoditas**: Indonesia merupakan pengekspor besar produk komoditas, seperti minyak kelapa sawit dan batu bara. Perubahan harga global komoditas ini sangat mempengaruhi nilai ekspor negara. Misalnya, kenaikan harga minyak kelapa sawit di pasar global akan meningkatkan nilai ekspor produk tersebut. 3. **Kebijakan Pemerintah**: Kebijakan ekonomi yang mendukung, seperti perjanjian perdagangan bebas dan insentif untuk eksportir, dapat memperkuat kinerja ekspor. Pemerintah Indonesia terus berupaya menciptakan iklim bisnis yang kondusif untuk mendorong ekspor. 4. **Kurs Mata Uang**: Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang lain juga berperan penting. Nilai tukar yang kompetitif dapat membuat produk Indonesia lebih murah dan lebih menarik di pasar internasional. 5. **Infrastruktur dan Teknologi**: Peningkatan infrastruktur dan teknologi produksi dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas barang yang diekspor, serta efisiensi dalam proses ekspor itu sendiri. Dampak Ekspor YoY terhadap Ekonomi Indonesia 1. **Pertumbuhan Ekonomi**: Peningkatan ekspor YoY secara langsung berdampak positif terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Ekspor yang kuat menunjukkan permintaan internasional yang tinggi terhadap produk-produk Indonesia, yang dapat meningkatkan produksi dan, pada akhirnya, PDB. 2. **Lapangan Kerja**: Sektor ekspor yang tumbuh dapat menciptakan lapangan kerja baru, baik secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya, perkembangan industri manufaktur untuk memenuhi permintaan ekspor dapat membuka peluang kerja baru, serta menciptakan efek berganda pada sektor terkait lainnya. 3. **Pendapatan Negara**: Ekspor yang meningkat juga berarti peningkatan pendapatan negara melalui pajak dan bea masuk. Ini memberi pemerintah lebih banyak sumber daya untuk diinvestasikan kembali dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik lainnya. 4. **Kestabilan Nilai Tukar**: Ekspor yang kuat membantu menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, karena menghasilkan aliran valuta asing yang masuk ke dalam negeri. Stabilitas nilai tukar sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan. 5. **Diversifikasi Ekonomi**: Ekspor mendorong diversifikasi ekonomi, karena negara didorong untuk memproduksi barang-barang yang memiliki keunggulan komparatif. Diversifikasi ini mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor tertentu dan membuat ekonomi lebih tahan terhadap guncangan eksternal. Tantangan dalam Mengoptimalkan Ekspor YoY Meskipun potensi ekspor Indonesia sangat besar, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekspor YoY: 1. **Hambatan Tarif dan Non-Tarif**: Hambatan perdagangan seperti tarif tinggi dan regulasi ketat di negara tujuan ekspor bisa menjadi penghalang. Oleh karena itu, diplomasi ekonomi dan perjanjian perdagangan bebas menjadi sangat penting. 2. **Kompetisi Global**: Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain yang juga memiliki produk serupa. Pengembangan inovasi dan peningkatan kualitas produk menjadi kunci dalam memenangkan persaingan. 3. **Infrastruktur yang Kurang Memadai**: Meskipun ada peningkatan, infrastruktur yang masih kurang memadai, seperti pelabuhan dan jalan, dapat menghambat proses ekspor. Peningkatan infrastruktur secara berkelanjutan sangat diperlukan. 4. **Fluktuasi Harga Komoditas**: Sebagai pengekspor komoditas utama, nilai ekspor Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga di pasar global. Diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan ini. 5. **Regulasi Domestik**: Kebijakan domestik yang tidak konsisten dapat menciptakan ketidakpastian bagi eksportir. Peningkatan koordinasi antar lembaga pemerintah dan reformasi regulasi menjadi kunci dalam menciptakan iklim ekspor yang kondusif. Kesimpulan Ekspor YoY adalah indikator penting dalam menilai kinerja ekonomi Indonesia di kancah global. Peningkatan ekspor tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan PDB, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menstabilkan nilai tukar, dan mendiversifikasi ekonomi. Namun, untuk memaksimalkan potensi ekspor, perlu diatasi berbagai tantangan yang ada, mulai dari hambatan perdagangan hingga infrastruktur yang memadai. Sebagai salah satu situs penyedia data ekonomi makro terkemuka, eulerpool berkomitmen membantu pengguna memahami tren dan statistik penting dalam ekonomi global. Dengan informasi yang akurat dan up-to-date, kami berharap dapat memberikan panduan yang berguna bagi ekonom, pembuat kebijakan, investor, dan siapa pun yang tertarik dengan kinerja ekspor Indonesia. Teruslah mengikuti situs kami untuk mendapatkan data dan analisis terbaru guna menginformasikan keputusan ekonomi Anda.

Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) Kolombia — FAQ

What is the current Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia?

The current Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia is 7% as of 1/6/2026.

How has the Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia changed recently?

The Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia decreased from 19,2% (1/5/2026) to 7% (1/6/2026).

What is the all-time high for Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia?

The all-time high for Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia was 166,70%, recorded on 1/7/1972.

What is the all-time low for Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia?

The all-time low for Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia was -60,00%, recorded on 1/10/1966.

What is the historical average of Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia?

The historical average of Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) in Kolombia is 11,01%, calculated over the period from 1/1/1965 to 1/6/2026.

Where does the Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) data for Kolombia come from?

The Ekspor Tahun-ke-Tahun (YoY) data for Kolombia is sourced from Dane, Colombia and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.