Burundi Impor

Harga

Harga

256,37 miliar BIF

Perubahan +/-

-55,69 miliar BIF

Perubahan Persentase

-17,85 %

Nilai terkini dari Impor di Burundi adalah 256,37 miliar BIF. Impor di Burundi menurun menjadi 256,37 miliar BIF pada 1/4/2026, setelah sebelumnya 312,06 miliar BIF pada 1/3/2026. Dari 1/1/2000 hingga 1/4/2026, rata-rata PDB di Burundi adalah 100,80 miliar BIF. Tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/2/2026 dengan 360,00 miliar BIF, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/1/2000 dengan 5,40 miliar BIF.

Sumber: Bank of Burundi

The current value of Impor in Burundi is 256,37 miliarBIF. Impor in Burundi decreased to 256,37 miliarBIF from 312,06 miliarBIF.Impor in Burundi averaged 100,80 miliarBIF from 1/1/2000 until 1/4/2026.The all-time high was 360,00 miliarBIF (1/2/2026)and the record low was 5,40 miliarBIF (1/1/2000).

Impor

Impor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor
Date
Impor
9 Jan 2025
336,88 miliar BIF
10 Jan 2025
277,18 miliar BIF
11 Jan 2025
331,35 miliar BIF
12 Jan 2025
288,86 miliar BIF
1 Jan 2026
284,22 miliar BIF
2 Jan 2026
360,00 miliar BIF
3 Jan 2026
312,06 miliar BIF
4 Jan 2026
256,37 miliar BIF
Access this data via the Eulerpool API

Impor Riwayat

Impor — Riwayat
TanggalNilai
256,37 miliar BIF
312,06 miliar BIF
360 miliar BIF
284,22 miliar BIF
288,86 miliar BIF
331,35 miliar BIF
277,18 miliar BIF
336,88 miliar BIF
308,45 miliar BIF
302,49 miliar BIF
...

Impor

Impor utama Burundi adalah: bahan bangunan, makanan, dan bahan bakar. Mitra impor utama adalah Arab Saudi (14 persen dari total impor) dan Belgia (12 persen). Mitra impor lainnya termasuk: Cina, India, Kenya, dan Uganda.

Apa itu Impor?

Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.

Impor Burundi — FAQ

What is the current Impor in Burundi?

The current Impor in Burundi is 256,37 miliarBIF as of 1/4/2026.

How has the Impor in Burundi changed recently?

The Impor in Burundi decreased from 312,06 miliarBIF (1/3/2026) to 256,37 miliarBIF (1/4/2026).

What is the all-time high for Impor in Burundi?

The all-time high for Impor in Burundi was 360,00 miliarBIF, recorded on 1/2/2026.

What is the all-time low for Impor in Burundi?

The all-time low for Impor in Burundi was 5,40 miliarBIF, recorded on 1/1/2000.

What is the historical average of Impor in Burundi?

The historical average of Impor in Burundi is 100,80 miliarBIF, calculated over the period from 1/1/2000 to 1/4/2026.

Where does the Impor data for Burundi come from?

The Impor data for Burundi is sourced from Bank of Burundi and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.