Botswana Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian

Harga

Harga
783,9 Juta. BWP
Perubahan +/-
-43,5 Juta. BWP
Perubahan Persentase
-5,26 %

Nilai saat ini dari Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Botswana adalah 783,9 Juta. BWP. Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Botswana menurun menjadi 783,9 Juta. BWP pada 1/3/2026, setelah sebelumnya 827,4 Juta. BWP pada 1/12/2025. Dari 1/3/2003 hingga 1/3/2026, rata-rata PDB di Botswana adalah 701,53 Juta. BWP. Tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/6/2010 dengan 886,2 Juta. BWP, sementara nilai terendah tercatat pada 1/12/2005 dengan 182,8 Juta. BWP.

Sumber: Central Statistics Office Botswana

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_downmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

PDB dari Pertanian
Date
PDB dari Pertanian
3 Jan 2003
205,9 Juta. BWP
6 Jan 2003
347,8 Juta. BWP
9 Jan 2003
317,3 Juta. BWP
12 Jan 2003
219,5 Juta. BWP
3 Jan 2004
224 Juta. BWP
6 Jan 2004
369,1 Juta. BWP
9 Jan 2004
302,9 Juta. BWP
12 Jan 2004
199,8 Juta. BWP
3 Jan 2005
270,8 Juta. BWP
6 Jan 2005
290,4 Juta. BWP
9 Jan 2005
324,3 Juta. BWP
12 Jan 2005
182,8 Juta. BWP
3 Jan 2006
701,2 Juta. BWP
6 Jan 2006
500,2 Juta. BWP
9 Jan 2006
771,2 Juta. BWP
Access this data via the Eulerpool API

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian Riwayat

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian — Riwayat
TanggalNilai
783,9 Juta. BWP
827,4 Juta. BWP
836,3 Juta. BWP
837,5 Juta. BWP
811,5 Juta. BWP
793,7 Juta. BWP
811,3 Juta. BWP
824,2 Juta. BWP
836,7 Juta. BWP
809,2 Juta. BWP
...

Indikator Makro Serupa dengan Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian

Apa itu Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian?

Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor pertanian merupakan indikator ekonomi yang sangat penting yang digunakan untuk mengukur kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian suatu negara. Di Indonesia, pentingnya sektor pertanian tidak dapat dipandang sebelah mata, mengingat negara ini dianugerahi dengan keanekaragaman hayati yang kaya dan lahan pertanian yang luas. Melalui artikel ini, mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai PDB dari sektor pertanian di Indonesia dan bagaimana hal ini mempengaruhi berbagai aspek ekonomi nasional. PDB dari sektor pertanian mencakup total nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh kegiatan produksi di subsektor pertanian. Sub-sektor ini mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Nilai tambah bruto dihasilkan dari selisih antara output bruto dan input antara seperti bahan baku dan biaya produksi. Secara historis, sektor pertanian telah memainkan peran yang sangat vital dalam mendukung perekonomian Indonesia. Pada era awal kemerdekaan hingga tahun 1980-an, sektor ini mendominasi struktur ekonomi Indonesia, menyumbang lebih dari 30 persen terhadap PDB nasional. Kondisi ini tidak terlepas dari karakteristik demografi Indonesia, yang mana sebagian besar penduduknya tinggal di wilayah pedesaan dan mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama. Namun, seiring dengan perkembangan ekonomi dan adanya industrialisasi serta urbanisasi, kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional mengalami penurunan secara bertahap. Meski demikian, sektor ini tetap menjadi tulang punggung bagi ketahanan pangan, penyediaan bahan baku industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan wilayah pedesaan. Kontribusi PDB dari sektor pertanian sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal mencakup perubahan iklim, bencana alam, harga komoditas internasional, serta kebijakan perdagangan global. Sementara itu, faktor internal meliputi luas lahan pertanian, sistem irigasi, penggunaan teknologi pertanian, ketersediaan modal dan kredit pertanian, serta kebijakan pemerintah dalam sektor pertanian. Indonesia, dengan iklim tropisnya, memiliki potensi yang sangat besar dalam menghasilkan berbagai jenis produk pertanian seperti padi, jagung, karet, kelapa sawit, kopi, dan kakao. Diversifikasi produksi pertanian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB, sekaligus menjadi komoditas andalan dalam perdagangan internasional. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian di Indonesia tidaklah sedikit. Tantangan ini termasuk ketergantungan pada sektor pertanian subsisten, rendahnya akses terhadap teknologi modern, masalah irigasi, degradasi lahan, serta ketidakpastian harga komoditas. Semua tantangan ini dapat berpengaruh terhadap fluktuasi PDB dari sektor pertanian dari waktu ke waktu. Pemerintah Indonesia menyadari betul pentingnya sektor pertanian bagi perekonomian nasional. Kebijakan pemerintah dalam mendukung sektor ini antara lain melalui subsidi pupuk, perbaikan infrastruktur pertanian, program kredit usaha tani, hingga upaya dalam mengembangkan sektor agroindustri. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi, sektor pertanian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dan stabil terhadap PDB nasional. Salah satu pendekatan yang diambil adalah dengan menerapkan teknologi pertanian modern melalui mekanisasi serta pengembangan penelitian dan inovasi untuk mengoptimalkan hasil produksi. Penggunaan teknologi ini, seperti drone untuk pemetaan lahan dan irigasi pintar, memiliki potensi untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian. Selain itu, pasar domestik dan internasional bagi produk pertanian Indonesia juga memainkan peran yang krusial. Ekspor produk pertanian seperti kelapa sawit, kakao, dan kopi terus meningkat, memberikan devisa yang signifikan bagi negara. Namun, persaingan di pasar global memerlukan produk yang berkualitas tinggi dan berdaya saing kuat. Oleh karena itu, pengembangan kemampuan pengolahan pasca-panen dan sertifikasi produk menjadi aspek penting untuk diperhatikan. Dalam konteks ketahanan pangan, sektor pertanian memiliki mandat untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini mencakup produksi pangan pokok seperti padi, jagung, dan kedelai, yang menjadi dasar konsumsi masyarakat. Ketahanan pangan yang kuat diharapkan dapat membantu menstabilkan harga pangan dan menjaga inflasi tetap rendah. Sebagai penutup, PDB dari sektor pertanian merupakan cerminan dari bagaimana sektor ini berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Dengan berbagai upaya dan kebijakan yang diterapkan, diharapkan kontribusi ini dapat terus meningkat, mendukung ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Eulerpool sebagai website profesional dalam penyajian data makroekonomi, berkomitmen untuk terus menyediakan informasi yang akurat dan terkini mengenai PDB dari sektor pertanian, sehingga dapat menjadi panduan bagi para pengambil kebijakan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat luas. Eulerpool, dengan tim ahli dan teknologi canggih, memastikan bahwa data yang disajikan selalu relevan dan dapat diandalkan. Kami menyadari bahwa dalam era digital saat ini, informasi dan data yang akurat sangat penting untuk pengambilan keputusan yang tepat. Itulah mengapa kami berusaha untuk menjadi sumber informasi makroekonomi terpercaya, termasuk data PDB dari sektor pertanian di Indonesia. Kami mengundang Anda untuk terus mengikuti update terkini dari Eulerpool guna mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang perekonomian Indonesia dan sektor-sektor penting lainnya.

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian Botswana — FAQ

What is the current Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Botswana?

The current Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Botswana is 783,9 Juta.BWP as of 1/3/2026.

How has the Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Botswana changed recently?

The Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Botswana decreased from 827,4 Juta.BWP (1/12/2025) to 783,9 Juta.BWP (1/3/2026).

What is the all-time high for Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Botswana?

The all-time high for Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Botswana was 886,2 Juta.BWP, recorded on 1/6/2010.

What is the all-time low for Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Botswana?

The all-time low for Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Botswana was 182,8 Juta.BWP, recorded on 1/12/2005.

What is the historical average of Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Botswana?

The historical average of Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian in Botswana is 701,53 Juta.BWP, calculated over the period from 1/3/2003 to 1/3/2026.

Where does the Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian data for Botswana come from?

The Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian data for Botswana is sourced from Central Statistics Office Botswana and published on Eulerpool.