🇬🇧

Inggris Raya Upah

Harga

Harga
742 GBP/Week
Perubahan +/-
+7 GBP/Week
Perubahan Persentase
+0,95 %

Nilai saat ini dari Upah di Inggris Raya adalah 742 GBP/Week. Upah di Inggris Raya meningkat menjadi 742 GBP/Week pada 1/1/2026, setelah sebelumnya 735 GBP/Week pada 1/12/2025. Dari 1/1/2000 hingga 1/11/2025, rata-rata PDB di Inggris Raya adalah 477,06 GBP/Week. Rekor tertinggi dicapai pada 1/11/2025 dengan 741 GBP/Week, sementara nilai terendah tercatat pada 1/2/2000 dengan 300 GBP/Week.

Sumber: Office for National Statistics

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_upmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Upah

Upah

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Upah
Date
Upah
1 Jan 2000
305 GBP/Week
2 Jan 2000
300 GBP/Week
3 Jan 2000
311 GBP/Week
4 Jan 2000
309 GBP/Week
5 Jan 2000
311 GBP/Week
6 Jan 2000
311 GBP/Week
7 Jan 2000
313 GBP/Week
8 Jan 2000
315 GBP/Week
9 Jan 2000
317 GBP/Week
10 Jan 2000
318 GBP/Week
11 Jan 2000
320 GBP/Week
12 Jan 2000
323 GBP/Week
1 Jan 2001
321 GBP/Week
2 Jan 2001
325 GBP/Week
3 Jan 2001
326 GBP/Week
Access this data via the Eulerpool API

Upah Riwayat

Upah — Riwayat
TanggalNilai
742 GBP/Week
735 GBP/Week
740 GBP/Week
740 GBP/Week
734 GBP/Week
733 GBP/Week
728 GBP/Week
725 GBP/Week
723 GBP/Week
720 GBP/Week
...

Indikator Makro Serupa dengan Upah

🇬🇧

Biaya tenaga kerja

Kuartal

Saat Ini
110,6 points
Sebelumnya
109,2 points
🇬🇧

Daftar Gaji Non-Pertanian

Bulanan

Saat Ini
-42.552
Sebelumnya
-33.363
🇬🇧

Jumlah Pengangguran

Bulanan

Saat Ini
1,683 Juta.
Sebelumnya
1,663 Juta.
🇬🇧

Ketenagakerjaan Penuh Waktu

Bulanan

Saat Ini
25,537 Juta.
Sebelumnya
25,584 Juta.
🇬🇧

Lowongan Kerja

Bulanan

Saat Ini
734.000
Sebelumnya
728.000
🇬🇧

Orang yang Bekerja

Bulanan

Saat Ini
34,303 Juta.
Sebelumnya
34,226 Juta.
🇬🇧

Pekerjaan paruh waktu

Bulanan

Saat Ini
8,766 Juta.
Sebelumnya
8,642 Juta.
🇬🇧

Pendapatan Rata-rata Tidak Termasuk Bonus

Bulanan

Saat Ini
4,5 %
Sebelumnya
4,6 %
🇬🇧

Pendapatan Riil Termasuk Bonus

Bulanan

Saat Ini
1,2 %
Sebelumnya
0,9 %
🇬🇧

Pendapatan Riil Tidak Termasuk Bonus

Bulanan

Saat Ini
0,7 %
Sebelumnya
0,6 %
🇬🇧

Pertumbuhan Upah

Bulanan

Saat Ini
4,7 %
Sebelumnya
4,8 %
🇬🇧

Perubahan dalam Klaim Pengangguran

Bulanan

Saat Ini
17.900
Sebelumnya
-3.300
🇬🇧

Perubahan Ketenagakerjaan

Bulanan

Saat Ini
82.000
Sebelumnya
-16.000
🇬🇧

Populasi

Tahunan

Saat Ini
69,28 Juta.
Sebelumnya
68,49 Juta.
🇬🇧

Produktivitas

Kuartal

Saat Ini
99,7 points
Sebelumnya
99 points
🇬🇧

Rata-rata Jam Kerja per Minggu

Bulanan

Saat Ini
31,8 Hours
Sebelumnya
31,9 Hours
🇬🇧

Tingkat Inaktivitas

Bulanan

Saat Ini
20,8 %
Sebelumnya
21 %
🇬🇧

Tingkat Kesempatan Kerja

Bulanan

Saat Ini
75,1 %
Sebelumnya
74,9 %
🇬🇧

Tingkat partisipasi tenaga kerja

Bulanan

Saat Ini
79,2 %
Sebelumnya
79 %
🇬🇧

Tingkat Pengangguran

Bulanan

Saat Ini
5,1 %
Sebelumnya
5,1 %
🇬🇧

Tingkat Pengangguran Pemuda

Bulanan

Saat Ini
13,7 %
Sebelumnya
13,4 %
🇬🇧

Upah di Sektor Manufaktur

Bulanan

Saat Ini
808 GBP/Week
Sebelumnya
805 GBP/Week
🇬🇧

Upah Minimum

Tahunan

Saat Ini
12,71 GBP/Hour
Sebelumnya
12,21 GBP/Hour
🇬🇧

Usia Pensiun Perempuan

Tahunan

Saat Ini
66 Years
Sebelumnya
66 Years
🇬🇧

Usia Pensiun Pria

Tahunan

Saat Ini
66 Years
Sebelumnya
66 Years

Upah

Di Inggris, upah diukur menggunakan rata-rata pendapatan mingguan.

Apa itu Upah?

***Upah: Analisis dan Dinamika dalam Ekonomi Makro di Indonesia*** Upah merupakan sebuah komponen vital dalam analisis ekonomi makro yang mempengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat serta kestabilan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Di laman Eulerpool, kami fokus untuk menyajikan data ekonomi makro yang komprehensif dan akurat, termasuk data upah yang sangat relevan untuk berbagai sektor di Indonesia. Upah, sering kali disebut sebagai gaji atau remunerasi, adalah kompensasi finansial yang diterima oleh pekerja sebagai balasan atas tenaga kerja yang mereka berikan. Dalam konteks ekonomi makro, upah memiliki peran ganda: sebagai pengeluaran bagi perusahaan dan pendapatan bagi pekerja. Pengaruh ganda ini menjadikan analisis upah sangat penting untuk memahami dinamika ekonomi secara keseluruhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat upah cukup kompleks dan bervariasi. Pertama, penawaran dan permintaan tenaga kerja merupakan elemen mendasar dalam penentuan upah. Di pasar tenaga kerja yang kompetitif, peningkatan permintaan terhadap tenaga kerja berkualitas tinggi dapat mendorong peningkatan upah. Sebaliknya, jika penawaran tenaga kerja melebihi permintaan, upah cenderung menurun. Kedua, tingkat pendidikan dan keahlian pekerja memainkan peranan penting dalam menentukan besaran upah. Pekerja dengan kualifikasi dan keahlian yang lebih tinggi biasanya mendapatkan upah yang lebih baik. Ini karena mereka dianggap mampu memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap produktivitas perusahaan. Maka dari itu, investasi dalam pendidikan dan pelatihan menjadi aspek penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global. Beban biaya hidup juga merupakan faktor signifikan yang dapat mempengaruhi tingkat upah. Di daerah dengan biaya hidup yang tinggi, seperti di kota-kota besar di Indonesia, upah cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan daerah yang memiliki biaya hidup lebih rendah. Ini karena upah harus disesuaikan agar mampu memenuhi kebutuhan dasar pekerja di daerah tersebut. Selain faktor-faktor ekonomi, regulasi pemerintah juga memainkan peran dalam penentuan upah. Di Indonesia, pemerintah menetapkan upah minimum regional (UMR) yang bertujuan untuk melindungi kesejahteraan pekerja. Penetapan UMR ini didasarkan pada kebutuhan hidup layak serta produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Kebijakan ini sangat penting dalam mencegah eksploitasi tenaga kerja dan memastikan distribusi pendapatan yang lebih adil. Di sisi lain, dinamika upah juga dipengaruhi oleh hubungan antara buruh dan perusahaan. Serikat pekerja memiliki peranan krusial dalam proses negosiasi upah. Melalui serikat pekerja, buruh dapat menyampaikan aspirasi mereka mengenai kondisi kerja dan besaran upah yang layak. Di beberapa kasus, negosiasi ini dapat menciptakan tensi antara buruh dan manajemen perusahaan, namun jika dikelola dengan baik, dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Tren globalisasi dan investasi asing juga tidak dapat diabaikan dalam analisis upah di Indonesia. Globalisasi membuka pasar tenaga kerja Indonesia kepada pengaruh eksternal, termasuk standar upah dari perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia. Keberadaan perusahaan asing yang memberikan upah lebih tinggi sering kali memicu peningkatan standar upah domestik, karena perusahaan lokal terpaksa menawarkan kompensasi yang kompetitif untuk menarik dan mempertahankan tenaga kerja berkualitas. Namun demikian, ada juga tantangan yang dihadapi dalam konteks globalisasi. Adanya persaingan global memaksa perusahaan untuk terus meningkatkan efisiensi dan produktivitas, yang terkadang dapat berujung pada penekanan upah pekerja. Oleh karena itu, perlindungan hak pekerja dan kebijakan ekonomi yang inklusif sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja. Dalam perspektif jangka panjang, dinamika upah juga terkait erat dengan inovasi teknologi dan otomatisasi. Penerapan teknologi canggih di berbagai sektor industri tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga mengubah struktur pekerjaan. Pekerjaan yang bersifat rutin dan dapat diotomatisasi mungkin mengalami penurunan permintaan, sementara pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus dalam pengelolaan teknologi akan meningkat. Perubahan ini berimplikasi langsung pada komposisi upah di berbagai sektor. Saat menganalisis upah di Indonesia, penting juga untuk memperhatikan disparitas upah antara gender dan kelompok sosial lainnya. Walaupun telah terjadi kemajuan dalam beberapa dekade terakhir, masih terdapat kesenjangan upah yang signifikan antara laki-laki dan perempuan. Disparitas upah ini sering kali disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk sektor pekerjaan yang didominasi oleh gender tertentu, tingkat pendidikan, serta diskriminasi di tempat kerja. Kebijakan yang mendorong kesetaraan gender dan inklusi sosial menjadi kunci dalam mengatasi isu ini. Pada akhirnya, memahami dinamika upah di Indonesia memerlukan pendekatan holistik yang mencakup analisis dari berbagai faktor ekonomi, sosial, dan kebijakan. Di Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyediakan data dan analisis yang tepat guna membantu pemangku kepentingan dalam membuat keputusan yang informatif. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi upah, diharapkan dapat tercipta kebijakan dan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. Sebagai platform yang menyediakan data ekonomi makro, kami mengundang para pengguna untuk mengeksplorasi lebih lanjut informasi terkait upah dan berbagai indikator ekonomi lainnya yang kami tawarkan. Analisis yang komprehensif dan data yang dapat diandalkan menjadi fondasi penting dalam merumuskan strategi bisnis dan kebijakan ekonomi yang akurat. Melalui kolaborasi dan pemahaman bersama, kita dapat bergerak menuju ekonomi yang lebih adil dan sejahtera bagi semua.

Upah Inggris Raya — FAQ

What is the current Upah in Inggris Raya?

The current Upah in Inggris Raya is 742GBP/Week as of 1/1/2026.

How has the Upah in Inggris Raya changed recently?

The Upah in Inggris Raya increased from 735GBP/Week (1/12/2025) to 742GBP/Week (1/1/2026).

What is the all-time high for Upah in Inggris Raya?

The all-time high for Upah in Inggris Raya was 741GBP/Week, recorded on 1/11/2025.

What is the all-time low for Upah in Inggris Raya?

The all-time low for Upah in Inggris Raya was 300GBP/Week, recorded on 1/2/2000.

What is the historical average of Upah in Inggris Raya?

The historical average of Upah in Inggris Raya is 477,06GBP/Week, calculated over the period from 1/1/2000 to 1/11/2025.

Where does the Upah data for Inggris Raya come from?

The Upah data for Inggris Raya is sourced from Office for National Statistics and published on Eulerpool.