🇩🇪

Jerman Inflasi Makanan

Harga

Harga
1,5 %
Perubahan +/-
-1,1 %
Perubahan Persentase
-42,31 %

Nilai saat ini dari Inflasi Makanan di Jerman adalah 1,5 %. Inflasi Makanan di Jerman turun menjadi 1,5 % pada 1/2/2026, setelah sebelumnya berada di angka 2,6 % pada 1/1/2026. Dari 1/1/1992 hingga 1/12/2025, rata-rata PDB di Jerman adalah 2,26 %. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/3/2023 dengan 21,20 %, sementara nilai terendah tercatat pada 1/10/2009 dengan -3,10 %.

Sumber: Federal Statistical Office

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_downmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Inflasi Makanan

Inflasi Makanan

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Inflasi Pangan
Date
Inflasi Pangan
1 Jan 1992
3,40 %
2 Jan 1992
3,70 %
3 Jan 1992
2,80 %
4 Jan 1992
2,90 %
5 Jan 1992
3,10 %
6 Jan 1992
2,60 %
7 Jan 1992
1,70 %
8 Jan 1992
1,40 %
9 Jan 1992
1,50 %
10 Jan 1992
1,40 %
11 Jan 1992
0,30 %
12 Jan 1992
0,30 %
1 Jan 1993
0,20 %
3 Jan 1993
0,30 %
5 Jan 1993
0,10 %
Access this data via the Eulerpool API

Inflasi Makanan Riwayat

Inflasi Makanan — Riwayat
TanggalNilai
1,5 %
2,6 %
1,4 %
1,8 %
2 %
2,9 %
3,2 %
2,8 %
2,7 %
3,3 %
...

Indikator Makro Serupa dengan Inflasi Makanan

🇩🇪

CPI Sachsen YoY

Bulanan

Saat Ini
2,3 %
Sebelumnya
1,9 %
🇩🇪

Harga Ekspor

Bulanan

Saat Ini
115,5 points
Sebelumnya
115,6 points
🇩🇪

Harga Grosir

Bulanan

Saat Ini
117,7 points
Sebelumnya
117,9 points
🇩🇪

Harga Grosir MoM

Bulanan

Saat Ini
-0,2 %
Sebelumnya
0,3 %
🇩🇪

Harga Grosir YoY

Bulanan

Saat Ini
1,2 %
Sebelumnya
1,5 %
🇩🇪

Harga Impor

Bulanan

Saat Ini
111,3 points
Sebelumnya
111,4 points
🇩🇪

Harga Impor Bulanan

Bulanan

Saat Ini
-0,1 %
Sebelumnya
0,5 %
🇩🇪

Harga Impor Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
-2,3 %
Sebelumnya
-1,9 %
🇩🇪

Harga Konsumen yang Diharmonisasi

Bulanan

Saat Ini
100,56 points
Sebelumnya
100,67 points
🇩🇪

Harga Produsen

Bulanan

Saat Ini
125,1 points
Sebelumnya
125,4 points
🇩🇪

IHK Transportasi

Bulanan

Saat Ini
128,5 points
Sebelumnya
127,9 points
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen (IHK)

Bulanan

Saat Ini
122,8 points
Sebelumnya
122,7 points
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen Baden-Württemberg YoY

Bulanan

Saat Ini
2,1 %
Sebelumnya
1,9 %
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen Bavaria YoY

Bulanan

Saat Ini
2,1 %
Sebelumnya
1,7 %
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen Brandenburg Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
2,2 %
Sebelumnya
2,2 %
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen Hesse Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
2,1 %
Sebelumnya
2,2 %
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen Inti

Bulanan

Saat Ini
117,9 points
Sebelumnya
119,1 points
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen Jawa Utara Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
2 %
Sebelumnya
1,8 %
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen untuk Perumahan dan Utilitas

Bulanan

Saat Ini
118,2 points
Sebelumnya
118,2 points
🇩🇪

Inflasi Energi

Bulanan

Saat Ini
-1,7 %
Sebelumnya
-1,3 %
🇩🇪

Inflasi Harga Produsen Bulan ke Bulan

Bulanan

Saat Ini
-0,2 %
Sebelumnya
0 %
🇩🇪

Inflasi Layanan

Bulanan

Saat Ini
3,2 %
Sebelumnya
3,5 %
🇩🇪

Inflasi Sewa

Bulanan

Saat Ini
2,2 %
Sebelumnya
2,2 %
🇩🇪

Perubahan Harga Produsen

Bulanan

Saat Ini
-2,5 %
Sebelumnya
-2,3 %
🇩🇪

Tingkat inflasi

Bulanan

Saat Ini
2,1 %
Sebelumnya
1,8 %
🇩🇪

Tingkat Inflasi Harmonis YoY

Bulanan

Saat Ini
2,1 %
Sebelumnya
2 %
🇩🇪

Tingkat inflasi inti

Bulanan

Saat Ini
2,5 %
Sebelumnya
2,4 %
🇩🇪

Tingkat Inflasi MoM

Bulanan

Saat Ini
0,1 %
Sebelumnya
0 %
🇩🇪

Tingkat Inflasi yang Diharmonisasi MoM (Bulan-ke-Bulan)

Bulanan

Saat Ini
-0,1 %
Sebelumnya
0,2 %

Apa itu Inflasi Makanan?

Inflasi makanan atau Food Inflation adalah fenomena ekonomi yang terjadi ketika harga makanan mengalami kenaikan secara signifikan dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Di Indonesia, seperti di banyak negara berkembang lainnya, inflasi makanan memiliki dampak yang sangat besar terhadap ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah yang menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk membeli kebutuhan pokok. Pentingnya memahami inflasi makanan di Indonesia tidak bisa dilebih-lebihkan. Inflasi makanan dapat memengaruhi daya beli konsumen, mengurangi tingkat kemakmuran, dan memperbesar kesenjangan ekonomi. Oleh karena itu, situs seperti eulerpool sangat penting, karena memberikan akses data makroekonomi yang terperinci dan terkini, memungkinkan analisis yang mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi makanan. Pertama, mari kita pertimbangkan penyebab inflasi makanan di Indonesia. Penyebab utama inflasi makanan biasanya meliputi faktor-faktor seperti kondisi cuaca, harga bahan bakar, biaya produksi, dan kebijakan pemerintahan. Misalnya, cuaca ekstrem seperti kekeringan atau banjir dapat merusak hasil panen, mengurangi pasokan makanan dan menyebabkan harga naik. Sementara itu, kenaikan harga bahan bakar dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi, yang pada akhirnya juga menyebabkan kenaikan harga makanan. Selain itu, di Indonesia, distribusi makanan yang masih relatif tidak efisien juga berperan dalam inflasi makanan. Infrastruktur yang kurang memadai, seperti jalan dan jembatan, serta sistem logistik yang lemah, dapat menyebabkan distribusi makanan menjadi lebih mahal dan tidak merata. Hal ini terutama terasa di daerah-daerah terpencil, di mana harga makanan dapat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di kota besar. Kebijakan pemerintah juga memegang peranan penting dalam inflasi makanan. Kebijakan tarif impor, subsidi, dan harga minimum dapat mempengaruhi harga makanan di pasaran. Misalnya, kebijakan pembatasan impor dapat mengurangi pasokan beberapa jenis makanan, yang kemudian meningkatkan harga. Di sisi lain, kebijakan subsidi bahan bakar atau pupuk dapat membantu menekan biaya produksi makanan dan mengurangi inflasi makanan. Dampak inflasi makanan terhadap masyarakat Indonesia sangat besar. Seperti yang disebutkan sebelumnya, kelompok berpenghasilan rendah adalah yang paling merasakan dampaknya, karena pengeluaran untuk makanan merupakan bagian terbesar dari anggaran rumah tangga mereka. Kenaikan harga makanan dapat mengurangi daya beli mereka, yang kemudian dapat mempengaruhi kualitas gizi dan kesehatan. Hal ini bisa berdampak pada penurunan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Inflasi makanan juga mempengaruhi stabilitas ekonomi regional dan nasional. Ketidakstabilan harga makanan dapat menyebabkan gejolak sosial dan politik, terutama jika masyarakat merasa bahwa pemerintah tidak mampu mengendalikan situasi. Di tingkat mikroekonomi, bisnis yang bergantung pada produk makanan juga dapat terdampak negatif, terutama jika mereka tidak mampu mengalihkan biaya kenaikan harga ke konsumen. Mengapa inflasi makanan perlu dipantau dengan seksama? Pengguna eulerpool mungkin bertanya-tanya mengapa data mengenai inflasi makanan begitu penting. Jawabannya terletak pada analisis dan pembuatan kebijakan. Data yang akurat dan up-to-date memungkinkan pengambil kebijakan untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi. Data ini juga penting bagi pelaku bisnis, investor, dan ekonom untuk merencanakan strategi mereka dan mengantisipasi perubahan di pasar. Dengan adanya data yang disusun dengan baik, seperti yang disediakan oleh eulerpool, berbagai pihak dapat menganalisis tren inflasi makanan dari waktu ke waktu. Analisis ini dapat mencakup identifikasi pola musiman, pengaruh variasi cuaca, dan dampak kebijakan pemerintah. Informasi ini sangat berharga untuk perencanaan jangka panjang dan pengambilan keputusan yang lebih tepat, baik di sektor publik maupun swasta. Dalam menghadapi inflasi makanan, berbagai strategi dapat diimplementasikan. Di tingkat kebijakan, stabilisasi harga dapat dicapai melalui diversifikasi sumber pasokan makanan, memperbaiki infrastruktur distribusi, dan mengembangkan teknologi pertanian yang lebih efisien. Sementara itu, di tingkat individu, masyarakat dapat didorong untuk mengadopsi cara hidup yang lebih hemat, seperti mengurangi pemborosan makanan dan menanam sendiri sebagian dari kebutuhan pokok. Secara keseluruhan, memahami dan memantau inflasi makanan adalah langkah penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Situs seperti eulerpool yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif memiliki peran kunci dalam menyediakan informasi yang diperlukan untuk analisis dan pengambilan keputusan. Inflasi makanan memang merupakan tantangan besar, namun dengan pendekatan yang tepat dan data yang akurat, Indonesia bisa menghadapinya dengan lebih baik.

Inflasi Makanan Jerman — FAQ

What is the current Inflasi Makanan in Jerman?

The current Inflasi Makanan in Jerman is 1,5% as of 1/2/2026.

How has the Inflasi Makanan in Jerman changed recently?

The Inflasi Makanan in Jerman decreased from 2,6% (1/1/2026) to 1,5% (1/2/2026).

What is the all-time high for Inflasi Makanan in Jerman?

The all-time high for Inflasi Makanan in Jerman was 21,20%, recorded on 1/3/2023.

What is the all-time low for Inflasi Makanan in Jerman?

The all-time low for Inflasi Makanan in Jerman was -3,10%, recorded on 1/10/2009.

What is the historical average of Inflasi Makanan in Jerman?

The historical average of Inflasi Makanan in Jerman is 2,26%, calculated over the period from 1/1/1992 to 1/12/2025.

Where does the Inflasi Makanan data for Jerman come from?

The Inflasi Makanan data for Jerman is sourced from Federal Statistical Office and published on Eulerpool.