🇩🇪

Jerman Tingkat Inflasi Inti

Harga

Harga
2,5 %
Perubahan +/-
+0 %
Perubahan Persentase
+null %

Nilai saat ini dari Tingkat Inflasi Inti di Jerman adalah 2,5 %. Tingkat Inflasi Inti di Jerman menurun menjadi 2,5 % pada 1/2/2026, setelah sebelumnya 2,5 % pada 1/1/2026. Dari 1/1/1992 hingga 1/1/2026, rata-rata PDB di Jerman adalah 1,70 %. Tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/5/1992 dengan 6,29 %, sementara nilai terendah tercatat pada 1/7/2020 dengan -6,10 %.

Sumber: Federal Statistical Office

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_downmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Tingkat Inflasi Inti

Tingkat Inflasi Inti

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Tingkat inflasi inti
Date
Tingkat inflasi inti
1 Jan 1992
5,87 %
2 Jan 1992
5,90 %
3 Jan 1992
6,24 %
4 Jan 1992
6,27 %
5 Jan 1992
6,29 %
6 Jan 1992
6,00 %
7 Jan 1992
5,65 %
8 Jan 1992
5,68 %
9 Jan 1992
5,69 %
10 Jan 1992
4,06 %
11 Jan 1992
4,16 %
12 Jan 1992
4,07 %
1 Jan 1993
5,28 %
2 Jan 1993
5,67 %
3 Jan 1993
5,36 %
Access this data via the Eulerpool API

Tingkat Inflasi Inti Riwayat

Tingkat Inflasi Inti — Riwayat
TanggalNilai
2,5 %
2,5 %
2,4 %
2,7 %
2,8 %
2,8 %
2,7 %
2,7 %
2,7 %
2,8 %
...

Indikator Makro Serupa dengan Tingkat Inflasi Inti

🇩🇪

CPI Sachsen YoY

Bulanan

Saat Ini
2,3 %
Sebelumnya
1,9 %
🇩🇪

Harga Ekspor

Bulanan

Saat Ini
115,5 points
Sebelumnya
115,6 points
🇩🇪

Harga Grosir

Bulanan

Saat Ini
117,7 points
Sebelumnya
117,9 points
🇩🇪

Harga Grosir MoM

Bulanan

Saat Ini
-0,2 %
Sebelumnya
0,3 %
🇩🇪

Harga Grosir YoY

Bulanan

Saat Ini
1,2 %
Sebelumnya
1,5 %
🇩🇪

Harga Impor

Bulanan

Saat Ini
111,3 points
Sebelumnya
111,4 points
🇩🇪

Harga Impor Bulanan

Bulanan

Saat Ini
-0,1 %
Sebelumnya
0,5 %
🇩🇪

Harga Impor Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
-2,3 %
Sebelumnya
-1,9 %
🇩🇪

Harga Konsumen yang Diharmonisasi

Bulanan

Saat Ini
100,56 points
Sebelumnya
100,67 points
🇩🇪

Harga Produsen

Bulanan

Saat Ini
125,1 points
Sebelumnya
125,4 points
🇩🇪

IHK Transportasi

Bulanan

Saat Ini
128,5 points
Sebelumnya
127,9 points
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen (IHK)

Bulanan

Saat Ini
122,8 points
Sebelumnya
122,7 points
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen Baden-Württemberg YoY

Bulanan

Saat Ini
2,1 %
Sebelumnya
1,9 %
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen Bavaria YoY

Bulanan

Saat Ini
2,1 %
Sebelumnya
1,7 %
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen Brandenburg Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
2,2 %
Sebelumnya
2,2 %
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen Hesse Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
2,1 %
Sebelumnya
2,2 %
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen Inti

Bulanan

Saat Ini
117,9 points
Sebelumnya
119,1 points
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen Jawa Utara Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
2 %
Sebelumnya
1,8 %
🇩🇪

Indeks Harga Konsumen untuk Perumahan dan Utilitas

Bulanan

Saat Ini
118,2 points
Sebelumnya
118,2 points
🇩🇪

Inflasi Energi

Bulanan

Saat Ini
-1,7 %
Sebelumnya
-1,3 %
🇩🇪

Inflasi Harga Produsen Bulan ke Bulan

Bulanan

Saat Ini
-0,2 %
Sebelumnya
0 %
🇩🇪

Inflasi Layanan

Bulanan

Saat Ini
3,2 %
Sebelumnya
3,5 %
🇩🇪

Inflasi Pangan

Bulanan

Saat Ini
1,4 %
Sebelumnya
1,8 %
🇩🇪

Inflasi Sewa

Bulanan

Saat Ini
2,2 %
Sebelumnya
2,2 %
🇩🇪

Perubahan Harga Produsen

Bulanan

Saat Ini
-2,5 %
Sebelumnya
-2,3 %
🇩🇪

Tingkat inflasi

Bulanan

Saat Ini
2,1 %
Sebelumnya
1,8 %
🇩🇪

Tingkat Inflasi Harmonis YoY

Bulanan

Saat Ini
2,1 %
Sebelumnya
2 %
🇩🇪

Tingkat Inflasi MoM

Bulanan

Saat Ini
0,1 %
Sebelumnya
0 %
🇩🇪

Tingkat Inflasi yang Diharmonisasi MoM (Bulan-ke-Bulan)

Bulanan

Saat Ini
-0,1 %
Sebelumnya
0,2 %

Apa itu Tingkat Inflasi Inti?

Di situs web kami, Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyediakan data ekonomi makro yang berkelas dunia dan dapat diandalkan kepada pengguna kami. Salah satu indikator kunci dalam mengevaluasi kondisi ekonomi suatu negara adalah tingkat inflasi inti (Core Inflation Rate). Dalam deskripsi ini, kami akan memberikan penjelasan mendalam mengenai arti, pentingnya, serta cara pengukuran tingkat inflasi inti di Indonesia, semuanya dalam bahasa Indonesia yang jelas dan profesional. Tingkat inflasi inti adalah indikator ekonomis yang mengukur perubahan harga barang dan jasa di luar komponen yang bersifat volatil atau tidak stabil. Komponen yang dikecualikan umumnya meliputi harga makanan yang tidak diproses dan energi seperti bahan bakar serta listrik. Alasan pengeluaran komponen ini adalah karena harga mereka cenderung fluktuatif dan sering kali terpengaruh oleh faktor temporer, sehingga dapat menyesatkan dalam menilai tren inflasi yang sebenarnya. Dengan demikian, inflasi inti memberikan gambaran yang lebih jelas dan stabil mengenai tekanan inflasi yang mendasar dalam perekonomian. Keberadaan inflasi inti memiliki peran yang sangat penting dalam penentuan kebijakan moneter. Bank sentral, seperti Bank Indonesia, sering kali menggunakan tingkat inflasi inti sebagai acuan utama dalam menetapkan suku bunga dan kebijakan moneter lainnya. Dengan mengidentifikasi tekanan inflasi mendasar, bank sentral dapat membuat keputusan yang lebih tepat untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Jika tingkat inflasi inti menunjukkan kenaikan yang signifikan, dapat diindikasikan bahwa ada penekanan harga yang meluas dalam perekonomian, yang mungkin membutuhkan pengetatan kebijakan moneter untuk mencegah inflasi yang tidak terkendali. Sebaliknya, jika inflasi inti rendah, bank sentral mungkin memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga rendah guna mendorong aktivitas ekonomi. Pengukuran inflasi inti di Indonesia dilakukan secara bulanan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang umum digunakan adalah Consumer Price Index (CPI) atau Indeks Harga Konsumen, yang dilakukan tanpa memasukkan komponen harga makanan yang tidak diproses dan energi. Metodologi ini didasarkan pada keranjang barang dan jasa yang representatif dari pengeluaran rumah tangga di Indonesia. Informasi ini kemudian diolah untuk mencerminkan persentase perubahan harga dari waktu ke waktu. Misalnya, jika inflasi inti untuk bulan tertentu tercatat 3%, ini berarti terjadi peningkatan harga barang dan jasa yang termasuk dalam komponen inti sebesar 3% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Peran penting lain dari tingkat inflasi inti adalah sebagai alat untuk memproyeksikan inflasi di masa depan. Ekonom dan analis sering menggunakan data inflasi inti untuk mengembangkan model dan perkiraan yang membantu memprediksi tren inflasi masa depan. Perkiraan ini penting bagi berbagai pemangku kepentingan termasuk investor, pengusaha, dan pemerintah dalam membuat keputusan strategis yang berkaitan dengan investasi, manajemen biaya, dan perencanaan anggaran. Sebagai komponen yang lebih stabil, inflasi inti juga digunakan dalam perjanjian komersial dan kontrak jangka panjang. Kontrak ini sering kali menyertakan klausa penyesuaian inflasi yang berbasis pada tingkat inflasi inti untuk melindungi kepentingan para pihak yang terlibat dari fluktuasi harga yang tidak terduga. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa tantangan dalam pengukuran dan interpretasi inflasi inti. Salah satu tantangan utama adalah dalam menentukan komponen mana yang harus dikecualikan karena komponen yang dikeluarkan di satu negara mungkin berbeda dengan negara lainnya tergantung pada struktur ekonomi dan pola konsumsi. Selain itu, kritik juga muncul terkait potensi tidak mencerminkan sepenuhnya realitas yang dihadapi konsumen, terutama jika pengeluaran untuk barang-barang yang dikecualikan (seperti makanan dan energi) menghabiskan porsi besar dari pendapatan rumah tangga. Dalam konteks Indonesia, pentingnya memahami inflasi inti tidak dapat diabaikan. Negara dengan populasi besar dan ekonomi yang dinamis seperti Indonesia dapat mengalami perubahan harga yang signifikan dalam berbagai sektor ekonomi. Memantau tingkat inflasi inti membantu pembuat kebijakan dan pelaku pasar dalam mengambil keputusan yang lebih bijaksana yang secara langsung mempengaruhi stabilitas ekonomi negara dan kesejahteraan masyarakat. Situs Eulerpool menyediakan data makroekonomi yang mendalam, termasuk tingkat inflasi inti untuk berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan menggunakan platform kami, pengguna dapat dengan mudah mengakses dan menganalisis data ini untuk berbagai keperluan, mulai dari riset akademis hingga keputusan investasi. Kami berkomitmen untuk terus menyediakan data yang akurat dan tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna kami. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang inflasi inti, kami berharap dapat membantu para pemangku kepentingan dalam membuat keputusan yang lebih baik dan informatif. Keberadaan data yang transparan dan analisis yang mendalam adalah kunci dalam menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil dan berkembang. Eulerpool berdedikasi untuk menjadi sumber terpercaya dalam memberikan wawasan ekonomi makro yang komprehensif dan mendetail.

Tingkat Inflasi Inti Jerman — FAQ

What is the current Tingkat Inflasi Inti in Jerman?

The current Tingkat Inflasi Inti in Jerman is 2,5% as of 1/2/2026.

How has the Tingkat Inflasi Inti in Jerman changed recently?

The Tingkat Inflasi Inti in Jerman decreased from 2,5% (1/1/2026) to 2,5% (1/2/2026).

What is the all-time high for Tingkat Inflasi Inti in Jerman?

The all-time high for Tingkat Inflasi Inti in Jerman was 6,29%, recorded on 1/5/1992.

What is the all-time low for Tingkat Inflasi Inti in Jerman?

The all-time low for Tingkat Inflasi Inti in Jerman was -6,10%, recorded on 1/7/2020.

What is the historical average of Tingkat Inflasi Inti in Jerman?

The historical average of Tingkat Inflasi Inti in Jerman is 1,70%, calculated over the period from 1/1/1992 to 1/1/2026.

Where does the Tingkat Inflasi Inti data for Jerman come from?

The Tingkat Inflasi Inti data for Jerman is sourced from Federal Statistical Office and published on Eulerpool.