Jepang Upah Minimum
Harga
Nilai Upah Minimum saat ini di Jepang adalah 1.064 JPY/Hour. Upah Minimum di Jepang menurun menjadi 1.064 JPY/Hour pada 1/1/2026, setelah sebelumnya sebesar 1.121 JPY/Hour pada 1/1/2025. Dari 1/1/2002 hingga 1/1/2026, rata-rata PDB di Jepang sebesar 818,96 JPY/Hour. Tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/2025 dengan 1.121,00 JPY/Hour, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/1/2002 dengan 663,00 JPY/Hour.
macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_downmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low
Upah Minimum
Upah Minimum
3 tahun
5 tahun
10 tahun
Maks
Upah Minimum Riwayat
| Tanggal | Nilai |
|---|---|
| 1.064 JPY/Hour | |
| 1.121 JPY/Hour | |
| 1.054 JPY/Hour | |
| 1.002 JPY/Hour | |
| 961 JPY/Hour | |
| 930 JPY/Hour | |
| 902 JPY/Hour | |
| 901 JPY/Hour | |
| 874 JPY/Hour | |
| 848 JPY/Hour |
Indikator Makro Serupa dengan Upah Minimum
Jumlah Pengangguran
Bulanan
Ketenagakerjaan Penuh Waktu
Bulanan
Kompensasi Lembur YoY
Bulanan
Lowongan Kerja
Bulanan
Orang yang Bekerja
Bulanan
Pekerjaan paruh waktu
Bulanan
Pendapatan Riil Termasuk Bonus
Bulanan
Pendapatan Riil Tidak Termasuk Bonus
Bulanan
Pertumbuhan Upah
Bulanan
Populasi
Tahunan
Produktivitas
Bulanan
Rasio antara Pekerjaan dan Lamaran
Bulanan
Tingkat Kesempatan Kerja
Bulanan
Tingkat partisipasi tenaga kerja
Bulanan
Tingkat Pengangguran
Bulanan
Tingkat Pengangguran Pemuda
Bulanan
Upah
Bulanan
Upah di Sektor Manufaktur
Bulanan
Usia Pensiun Perempuan
Tahunan
Usia Pensiun Pria
Tahunan
Upah Minimum
Di Jepang, upah minimum merujuk pada rata-rata tertimbang nasional per jam. Terdapat dua jenis upah minimum: regional - diterapkan untuk semua karyawan di suatu wilayah terlepas dari perbedaan industri - dan spesifik - diterapkan untuk pekerja di industri tertentu. Gaji tertinggi dibayarkan di Tokyo, Kanagawa, dan Osaka; yang terendah berada di Okinawa, Nagasaki, Miyazaki, Much, Kumamoto, Kochi, dan Tottori.
Halaman makro untuk negara lain di Asia
Apa itu Upah Minimum?
Situs web Eulerpool adalah sumber terpercaya untuk data ekonomi makro, yang berfokus pada berbagai indikator ekonomi penting, termasuk gaji minimum. Di sini, kami menyediakan analisis mendalam mengenai gaji minimum di Indonesia dan pengaruhnya terhadap perekonomian secara keseluruhan. Dalam deskripsi ini, kita akan mengeksplorasi berbagai aspek dari gaji minimum, termasuk definisinya, sejarah, implikasinya bagi tenaga kerja dan perusahaan, serta dampaknya terhadap perekonomian makro Indonesia. Gaji minimum didefinisikan sebagai upah terendah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada tenaga kerjanya dalam kurun waktu tertentu, berdasarkan ketentuan undang-undang atau peraturan pemerintah. Tujuan utama dari gaji minimum adalah untuk melindungi pekerja dari upah yang tidak adil dan memastikan mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Di Indonesia, penetapan gaji minimum diatur oleh pemerintah dan disesuaikan secara berkala sesuai dengan kondisi ekonomi nasional dan regional. Sejarah penetapan gaji minimum di Indonesia berawal dari perjuangan serikat pekerja yang menginginkan standar kehidupan layak bagi anggotanya. Pemerintah Indonesia kemudian merespons dengan menetapkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang mengatur upah minimum. Penetapan gaji minimum ini dilakukan setiap tahun oleh Dewan Pengupahan Nasional dan daerah, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti inflasi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi. Implikasi dari penetapan gaji minimum sangat luas dan kompleks. Bagi tenaga kerja, gaji minimum memberikan jaminan pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Hal ini juga dapat meningkatkan standar hidup dan kesejahteraan secara keseluruhan. Selain itu, adanya gaji minimum dapat mengurangi ketimpangan pendapatan dan kemiskinan. Namun, penetapan gaji minimum juga memiliki dampak negatif potensial. Bagi perusahaan, khususnya usaha kecil dan menengah, peningkatan gaji minimum dapat meningkatkan biaya operasional dan mengurangi keuntungan. Hal ini bisa memaksa perusahaan untuk mengurangi jumlah tenaga kerja atau mengotomatisasi sebagian proses produksi untuk menekan biaya. Selain itu, gaji minimum yang terlalu tinggi di atas produktivitas tenaga kerja dapat mengurangi daya saing perusahaan di pasar global. Pada tingkat makroekonomi, dampak penetapan gaji minimum dapat berdampak ganda. Di satu sisi, peningkatan gaji minimum dapat mendorong daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi domestik, yang merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi. Peningkatan konsumsi domestik ini bisa mengarah pada peningkatan output dan pendapatan nasional. Di sisi lain, jika peningkatan gaji minimum tidak diiringi dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja, hal itu bisa memicu inflasi dan mempersulit stabilitas ekonomi makro. Penting untuk dicatat bahwa penetapan gaji minimum harus dilakukan dengan kebijakan yang bijaksana dan berdasarkan analisis data yang komprehensif. Kondisi ekonomi yang dinamis membutuhkan penyesuaian yang fleksibel terhadap gaji minimum agar tidak terjadi ketidakseimbangan ekonomi. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja, sangat penting dalam proses penetapan gaji minimum. Dalam konteks internasional, gaji minimum berbeda-beda di setiap negara tergantung pada kondisi ekonomi, sosial, dan kebijakan pemerintah. Di beberapa negara maju, gaji minimum ditetapkan cukup tinggi untuk memastikan standar hidup yang layak. Sementara itu, di negara berkembang seperti Indonesia, penetapan gaji minimum bertujuan untuk mengurangi ketimpangan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Pada akhirnya, efektivitas dari penetapan gaji minimum sangat tergantung pada implementasi dan pengawasan. Pemerintah perlu memastikan bahwa perusahaan patuh terhadap ketentuan gaji minimum dan tidak melakukan pelanggaran seperti pembayaran di bawah standar atau mempekerjakan tenaga kerja tanpa perlindungan hukum. Selain itu, pemerintah juga perlu mendukung sektor usaha melalui kebijakan yang mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing global. Melalui situs web Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyajikan data dan analisis terkini mengenai gaji minimum dan berbagai indikator ekonomi makro lainnya. Kami berharap informasi ini dapat membantu pemangku kepentingan dalam membuat keputusan yang tepat dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. Demikian deskripsi mengenai kategori "Gaji Minimum" pada situs web Eulerpool. Dengan pemahaman yang baik tentang gaji minimum, kita dapat lebih memahami dinamika ekonomi makro dan bagaimana kebijakan ini berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Kami mengundang Anda untuk terus mengikuti perkembangan dan analisis terbaru mengenai gaji minimum di Indonesia melalui platform kami.
Upah Minimum Jepang — FAQ
What is the current Upah Minimum in Jepang?
The current Upah Minimum in Jepang is 1.064JPY/Hour as of 1/1/2026.
How has the Upah Minimum in Jepang changed recently?
The Upah Minimum in Jepang decreased from 1.121JPY/Hour (1/1/2025) to 1.064JPY/Hour (1/1/2026).
What is the all-time high for Upah Minimum in Jepang?
The all-time high for Upah Minimum in Jepang was 1.121,00JPY/Hour, recorded on 1/1/2025.
What is the all-time low for Upah Minimum in Jepang?
The all-time low for Upah Minimum in Jepang was 663,00JPY/Hour, recorded on 1/1/2002.
What is the historical average of Upah Minimum in Jepang?
The historical average of Upah Minimum in Jepang is 818,96JPY/Hour, calculated over the period from 1/1/2002 to 1/1/2026.
Where does the Upah Minimum data for Jepang come from?
The Upah Minimum data for Jepang is sourced from Ministry of Health, Labour and Welfare, Japan and published on Eulerpool.