🇬🇷

Yunani Impor Gas Alam

Harga

Harga
48.077,521 Terajoule
Perubahan +/-
-14.935,296 Terajoule
Perubahan Persentase
-23,7 %

Nilai saat ini Impor Gas Alam di Yunani adalah 48.077,521 Terajoule. Impor Gas Alam di Yunani menurun menjadi 48.077,521 Terajoule pada 1/4/2026, setelah sebelumnya sebesar 63.012,817 Terajoule pada 1/3/2026. Dari 1/1/2008 hingga 1/4/2026, rata-rata PDB di Yunani adalah 25.267,66 Terajoule. Puncak tertinggi tercapai pada 1/12/2025 dengan 67.148,45 Terajoule, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/6/2015 dengan 5.579 Terajoule.

Sumber: EUROSTAT

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_downmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Impor Gas Alam

Impor Gas Alam

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

Impor Gas Alam
Date
Impor Gas Alam
1 Jan 2008
17.129 Terajoule
2 Jan 2008
15.810 Terajoule
3 Jan 2008
15.647 Terajoule
4 Jan 2008
10.971 Terajoule
5 Jan 2008
12.061 Terajoule
6 Jan 2008
14.568 Terajoule
7 Jan 2008
14.601 Terajoule
8 Jan 2008
16.154 Terajoule
9 Jan 2008
12.737 Terajoule
10 Jan 2008
12.029 Terajoule
11 Jan 2008
10.664 Terajoule
12 Jan 2008
10.748 Terajoule
1 Jan 2009
13.168 Terajoule
2 Jan 2009
8.318 Terajoule
3 Jan 2009
10.385 Terajoule
Access this data via the Eulerpool API

Impor Gas Alam Riwayat

Impor Gas Alam — Riwayat
TanggalNilai
48.077,521 Terajoule
63.012,817 Terajoule
56.061,844 Terajoule
61.119,601 Terajoule
67.148,445 Terajoule
54.599,143 Terajoule
61.834,496 Terajoule
55.822,648 Terajoule
53.911,258 Terajoule
60.643,675 Terajoule
...

Indikator Makro Serupa dengan Impor Gas Alam

Apa itu Impor Gas Alam?

Natural Gas Imports: Analisis Makroekonomi dan Dampaknya pada Perekonomian Indonesia Natural gas merupakan salah satu sumber energi utama yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Impor gas alam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Pada artikel ini, kita akan menjelajahi pentingnya impor gas alam, bagaimana impor tersebut mempengaruhi perekonomian Indonesia, serta beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis makroekonomi. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki cadangan gas alam yang cukup besar. Namun, permintaan energi yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi global dan domestik membuat Indonesia harus mengimpor gas alam untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Salah satu alasannya adalah karena infrastruktur domestik dan distribusi yang belum mampu memenuhi permintaan yang ada secara optimal. Impor gas alam memiliki beberapa dampak positif pada perekonomian. Pertama, impor ini membantu stabilisasi pasokan energi. Stabilitas pasokan sangat penting untuk menjaga kelangsungan operasional industri, pabrik, serta sektor-sektor lain yang sangat bergantung pada energi. Tanpa pasokan energi yang terjamin, risiko terjadinya gangguan produksi dapat meningkat, yang pada gilirannya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Kedua, impor gas alam juga mendukung diversifikasi sumber energi. Diversifikasi ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis sumber energi tertentu, sehingga mampu mengurangi risiko energi yang berfluktuasi drastis akibat perubahan harga di pasar global. Dengan diversifikasi, Indonesia dapat lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan harga dan pasokan energi di pasar global. Ketiga, impor gas alam mendorong investasi di sektor energi. Dengan adanya pasokan gas alam yang lebih stabil dan andal, investor dalam dan luar negeri lebih percaya diri untuk menanamkan modalnya di sektor energi dan industri terkait lainnya. Peningkatan investasi ini dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak dan non-pajak, dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Namun, impor gas alam juga memiliki beberapa tantangan yang memerlukan perhatian serius. Salah satunya adalah fluktuasi harga global. Harga gas alam di pasar internasional dapat berubah-ubah akibat berbagai faktor, seperti ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan energi di negara-negara produsen, serta fluktuasi permintaan dan penawaran global. Fluktuasi harga ini dapat mempengaruhi biaya impor gas alam dan, pada akhirnya, berdampak pada harga energi di dalam negeri. Selain itu, ketergantungan pada impor gas alam juga dapat menjadi isu ketahanan energi. Ketergantungan pada sumber energi luar negeri membuat Indonesia rentan terhadap gangguan pasokan. Sebagai contoh, jika terjadi masalah teknik atau politik di negara pengekspor gas alam, Indonesia dapat menghadapi risiko kekurangan pasokan energi. Dari perspektif makroekonomi, analisis impor gas alam harus memperhatikan berbagai indikator ekonomi, termasuk neraca perdagangan, cadangan devisa, inflasi, dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Neraca perdagangan adalah salah satu indikator utama yang perlu diawasi. Impor gas alam yang tinggi dapat meningkatkan defisit neraca perdagangan jika tidak diimbangi oleh ekspor yang memadai. Defisit neraca perdagangan yang berkelanjutan dapat berdampak negatif pada posisi cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar mata uang. Di sisi lain, cadangan devisa merupakan alat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi. Ketika impor gas alam meningkat, penggunaan devisa untuk membayar impor ini juga meningkat. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk mempertahankan cadangan devisa yang cukup untuk menutupi kebutuhan impor dan menjaga kestabilan ekonomi dalam jangka panjang. Inflasi juga bisa menjadi perhatian dalam konteks impor gas alam. Peningkatan biaya impor gas alam dapat berdampak pada kenaikan harga energi di dalam negeri, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi harga barang dan jasa lainnya. Memantau dan mengelola inflasi menjadi sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan kesehatan ekonomi secara umum. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) juga menjadi indikator yang relevan dalam analisis ini. Impor gas alam dapat mendorong pertumbuhan PDB melalui peningkatan produktivitas sektor-sektor yang bergantung pada energi. Namun, biaya impor yang tinggi juga bisa menggerus pendapatan nasional jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, menjadi penting bagi pemerintah untuk mengembangkan kebijakan yang tepat dalam mengelola impor gas alam, mendukung investasi di infrastruktur energi, serta mendorong efisiensi dan diversifikasi sumber energi. Dalam mengembangkan strategi untuk impor gas alam, Indonesia perlu memperhatikan beberapa rekomendasi. Pertama, penting untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan dan distribusi gas alam domestik. Peningkatan ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus meningkatkan ketahanan energi. Kedua, memperkuat kerja sama internasional di sektor energi juga menjadi langkah penting. Melalui kerja sama dengan negara-negara produsen gas alam, Indonesia dapat mengamankan pasokan energi yang lebih stabil dan menegosiasikan harga yang lebih menguntungkan. Ketiga, mengembangkan sumber energi alternatif juga perlu mendapatkan perhatian serius. Pengembangan energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga surya, dan angin dapat membantu mengurangi ketergantungan pada impor gas alam dan meningkatkan keberlanjutan energi. Kesimpulannya, impor gas alam merupakan komponen penting dalam perekonomian Indonesia yang memerlukan analisis dan manajemen yang cermat. Dengan memahami dampak makroekonomi dari impor gas alam serta mengembangkan kebijakan yang tepat, Indonesia dapat menjaga stabilitas energi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Website kami, Eulerpool, berkomitmen untuk menyediakan data makroekonomi terkait impor gas alam dan indikator ekonomi lainnya untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik bagi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas.

Impor Gas Alam Yunani — FAQ

What is the current Impor Gas Alam in Yunani?

The current Impor Gas Alam in Yunani is 48.077,521Terajoule as of 1/4/2026.

How has the Impor Gas Alam in Yunani changed recently?

The Impor Gas Alam in Yunani decreased from 63.012,817Terajoule (1/3/2026) to 48.077,521Terajoule (1/4/2026).

What is the all-time high for Impor Gas Alam in Yunani?

The all-time high for Impor Gas Alam in Yunani was 67.148,45Terajoule, recorded on 1/12/2025.

What is the all-time low for Impor Gas Alam in Yunani?

The all-time low for Impor Gas Alam in Yunani was 5.579Terajoule, recorded on 1/6/2015.

What is the historical average of Impor Gas Alam in Yunani?

The historical average of Impor Gas Alam in Yunani is 25.267,66Terajoule, calculated over the period from 1/1/2008 to 1/4/2026.

Where does the Impor Gas Alam data for Yunani come from?

The Impor Gas Alam data for Yunani is sourced from EUROSTAT and published on Eulerpool.