🇧🇾

Belarus Neraca Perdagangan

Harga

Harga
60,9 Juta. USD
Perubahan +/-
-18,8 Juta. USD
Perubahan Persentase
-23,59 %

Nilai Neraca Perdagangan saat ini di Belarus adalah 60,9 Juta. USD. Neraca Perdagangan di Belarus menurun menjadi 60,9 Juta. USD pada 1/9/2023, setelah sebelumnya berada di angka 79,7 Juta. USD pada 1/11/2022. Dari 1/1/2000 hingga 1/11/2025, rata-rata PDB di Belarus adalah -253,75 Juta. USD. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/3/2012 dengan 466,70 Juta. USD, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/11/2010 dengan -1,41 miliar USD.

Sumber: National Bank of the Republic of Belarus

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_downmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Neraca Perdagangan
Date
Neraca Perdagangan
2 Jan 2001
17,30 Juta. USD
7 Jan 2001
11,40 Juta. USD
4 Jan 2002
38,00 Juta. USD
5 Jan 2002
3,50 Juta. USD
1 Jan 2004
14,40 Juta. USD
1 Jan 2005
76,30 Juta. USD
2 Jan 2005
178,20 Juta. USD
3 Jan 2005
128,50 Juta. USD
1 Jan 2006
25,70 Juta. USD
1 Jan 2010
6,00 Juta. USD
5 Jan 2011
77,70 Juta. USD
7 Jan 2011
407,00 Juta. USD
8 Jan 2011
84,50 Juta. USD
9 Jan 2011
96,70 Juta. USD
1 Jan 2012
356,00 Juta. USD
Access this data via the Eulerpool API

Neraca Perdagangan Riwayat

Neraca Perdagangan — Riwayat
TanggalNilai
60,9 Juta. USD
79,7 Juta. USD
50,2 Juta. USD
296,9 Juta. USD
263,3 Juta. USD
364,7 Juta. USD
63,9 Juta. USD
247,4 Juta. USD
361,6 Juta. USD
81,4 Juta. USD

Indikator Makro Serupa dengan Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan

Perdagangan luar negeri Belarus dicirikan oleh hubungan dagang istimewa dengan Rusia. Akses ke minyak dengan harga diskon dari Rusia membuat minyak olahan menjadi ekspor utama Belarus (mencakup 33 persen dari total ekspor). Belarus memiliki keunggulan dalam industri berat dan merupakan salah satu pemasok kendaraan pertambangan dan penggalian terbesar di dunia. Ekspor lainnya dari Belarus meliputi makanan, produk kimia, kayu dan furnitur, serta logam. Belarus mengimpor minyak mentah, mesin dan peralatan transportasi, barang-barang manufaktur, bahan kimia dan produk terkait, besi dan baja, serta makanan dan hewan hidup. Mitra dagang utama Belarus adalah Rusia, Jerman, Ukraina, China, dan Latvia.

Apa itu Neraca Perdagangan?

Navigasi ekonomi global tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa mengulas salah satu komponen utamanya: Neraca Perdagangan. Neraca Perdagangan, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Balance of Trade (BoT), adalah indikator kunci yang mencerminkan kesehatan ekonomi sebuah negara melalui selisih antara nilai ekspor dan impor barang serta jasa. Melalui artikel ini, Eulerpool akan membahas secara detail konsep, komponen, serta implikasi neraca perdagangan pada perekonomian Indonesia sehingga Anda mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang topik ini. Neraca perdagangan merupakan bagian integral dari neraca pembayaran (Balance of Payments), yang juga mencakup transaksi keuangan dan modal. Secara sederhana, neraca perdagangan adalah selisih antara nilai total ekspor dan impor suatu negara dalam periode tertentu. Jika nilai ekspor lebih besar dari impor, negara tersebut memiliki surplus neraca perdagangan. Sebaliknya, jika nilai impor melebihi ekspor, terjadi defisit neraca perdagangan. Pada dasarnya, ekspor dan impor melibatkan pergerakan barang fisik, seperti bahan mentah dan barang jadi, serta jasa, seperti pariwisata dan layanan keuangan. Ekspor adalah proses menjual barang dan jasa ke luar negeri, sementara impor adalah pembelian barang dan jasa dari luar negeri. Kedua aktivitas ekonomi ini berdampak langsung pada pendapatan nasional, tingkat pekerjaan, serta daya beli konsumen. Neraca perdagangan tidak hanya mencerminkan aktivitas perdagangan suatu negara, tetapi juga menunjukkan kompetensi perdagangan internasional sebuah negara. Misalnya, negara yang sering kali memiliki surplus neraca perdagangan biasanya lebih kompetitif dalam memproduksi barang dan jasa yang diminati. Indonesia, sebagai negara berkembang dengan berbagai sektor ekonomi yang terdiversifikasi, memiliki kiprah penting dalam peta perdagangan internasional. Dalam konteks Indonesia, neraca perdagangan memainkan peran krusial. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah dan basis manufaktur yang berkembang, Indonesia memiliki kapasitas ekspor yang cukup signifikan. Produk utama ekspor Indonesia mencakup minyak sawit, batu bara, karet, tekstil, dan berbagai produk manufaktur. Di sisi lain, Indonesia juga membutuhkan impor, baik untuk bahan baku industri maupun barang konsumsi, seperti elektronik dan bahan bakar minyak. Perubahan dalam neraca perdagangan Indonesia bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Secara internal, kondisi perekonomian domestik seperti pertumbuhan GDP, inflasi, dan kebijakan fiskal serta moneter dapat mempengaruhi ekspor dan impor. Sementara itu, faktor eksternal meliputi fluktuasi harga komoditas internasional, tarif perdagangan, serta stabilitas politik global. Salah satu elemen penting untuk mencapai keseimbangan dalam neraca perdagangan adalah kebijakan perdagangan yang efektif. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing ekspor melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas barang, serta penetrasi pasar baru. Selain itu, upaya memperbaiki infrastruktur dan logistik juga merupakan langkah strategis yang diambil untuk mendukung kelancaran ekspor dan impor. Perubahan dalam neraca perdagangan memiliki implikasi besar terhadap ekonomi makro. Surplus neraca perdagangan biasanya dianggap sebagai sinyal positif yang menunjukkan daya saing yang kuat dan penambahan cadangan devisa. Cadangan devisa yang besar memberi stabilitas bagi ekonomi nasional dan meningkatkan kemampuan negara dalam membiayai proyek pembangunan serta membayar utang luar negeri. Sebaliknya, defisit neraca perdagangan yang berkepanjangan dapat berisiko memicu ketidakseimbangan ekonomi. Defisit ini menandakan bahwa negara lebih banyak mengeluarkan devisa untuk impor daripada yang diterima dari ekspor. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan penurunan cadangan devisa, memberikan tekanan pada nilai tukar mata uang domestik, dan tertrigger inflasi. Selain itu, kondisi neraca perdagangan memiliki implikasi langsung terhadap nilai tukar mata uang. Misalnya, ketika Indonesia mengalami surplus perdagangan, permintaan akan mata uang Rupiah meningkat karena mitra dagang perlu menukar mata uang mereka dengan Rupiah untuk membayar barang dan jasa dari Indonesia. Begitu juga sebaliknya, defisit perdagangan mengakibatkan pasokan mata uang Rupiah yang lebih rendah di pasar internasional, menekan nilai tukar. Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi neraca perdagangan mencakup diantaranya kebijakan tarif dan non-tarif. Tarif adalah bea yang dikenakan pada barang impor, meningkatkan harga barang asing di pasar domestik. Sementara itu, kebijakan non-tarif meliputi berbagai regulasi seperti kuota, standar produk, serta penetapan sertifikasi yang dapat mempengaruhi aliran barang dan jasa lintas negara. Pemahaman mendalam tentang neraca perdagangan juga memungkinkan para pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi untuk merumuskan strategi yang tepat dalam menghadapi dinamika perdagangan global. Dalam era globalisasi, di mana arus barang, jasa, dan modal semakin bebas, menjaga keseimbangan neraca perdagangan menjadi tujuan utama bagi stabilitas ekonomi jangka panjang. Eulerpool, sebagai penyedia data ekonomi makro yang terpercaya, senantiasa siap mendukung kebutuhan Anda dengan menyediakan informasi terkini dan analisis mendalam mengenai berbagai aspek ekonomi, termasuk neraca perdagangan. Dengan data yang akurat dan analisis yang cermat, kami membantu Anda dalam memahami kompleksitas perekonomian dan membuat keputusan yang lebih terinformasi. Dalam kesimpulannya, neraca perdagangan adalah barometer ekonomi yang penting bagi setiap negara. Bagi Indonesia, menjaga keseimbangan dalam neraca perdagangan memerlukan kebijakan yang cerdas dan strategi yang efektif. Tantangan dan peluang di sektor perdagangan internasional menuntut perhatian yang mendalam dan tindakan yang terkoordinasi. Eulerpool berharap penjelasan ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dan memperkaya pemahaman Anda tentang neraca perdagangan sebagai salah satu pilar utama ekonomi makro.

Neraca Perdagangan Belarus — FAQ

What is the current Neraca Perdagangan in Belarus?

The current Neraca Perdagangan in Belarus is 60,9 Juta.USD as of 1/9/2023.

How has the Neraca Perdagangan in Belarus changed recently?

The Neraca Perdagangan in Belarus decreased from 79,7 Juta.USD (1/11/2022) to 60,9 Juta.USD (1/9/2023).

What is the all-time high for Neraca Perdagangan in Belarus?

The all-time high for Neraca Perdagangan in Belarus was 466,70 Juta.USD, recorded on 1/3/2012.

What is the all-time low for Neraca Perdagangan in Belarus?

The all-time low for Neraca Perdagangan in Belarus was -1,41 miliarUSD, recorded on 1/11/2010.

What is the historical average of Neraca Perdagangan in Belarus?

The historical average of Neraca Perdagangan in Belarus is -253,75 Juta.USD, calculated over the period from 1/1/2000 to 1/11/2025.

Where does the Neraca Perdagangan data for Belarus come from?

The Neraca Perdagangan data for Belarus is sourced from National Bank of the Republic of Belarus and published on Eulerpool.