🇹🇭

Thailand Utang Luar Negeri

Harga

Harga
203,014 miliar USD
Perubahan +/-
+2,696 miliar USD
Perubahan Persentase
+1,35 %

Nilai saat ini dari Utang Luar Negeri di Thailand adalah 203,014 miliar USD. Utang Luar Negeri di Thailand meningkat menjadi 203,014 miliar USD pada 1/9/2025, setelah sebelumnya sebesar 200,319 miliar USD pada 1/6/2025. Dari 1/3/2005 hingga 1/9/2025, rata-rata PDB di Thailand adalah 135,39 miliar USD. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/3/2023 dengan 204,34 miliar USD, sementara nilai terendah tercatat pada 1/6/2005 dengan 58,98 miliar USD.

Sumber: Bank of Thailand

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_upmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Utang Luar Negeri

Utang Luar Negeri

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

Utang Luar Negeri
Date
Utang Luar Negeri
3 Jan 2005
59,43 miliar USD
6 Jan 2005
58,98 miliar USD
9 Jan 2005
60,87 miliar USD
12 Jan 2005
59,29 miliar USD
3 Jan 2006
65,96 miliar USD
6 Jan 2006
66,96 miliar USD
9 Jan 2006
68,63 miliar USD
12 Jan 2006
69,01 miliar USD
3 Jan 2007
69,46 miliar USD
6 Jan 2007
69,87 miliar USD
9 Jan 2007
73,04 miliar USD
12 Jan 2007
74,42 miliar USD
3 Jan 2008
80,33 miliar USD
6 Jan 2008
78,90 miliar USD
9 Jan 2008
78,78 miliar USD
Access this data via the Eulerpool API

Utang Luar Negeri Riwayat

Utang Luar Negeri — Riwayat
TanggalNilai
203,014 miliar USD
200,319 miliar USD
197,275 miliar USD
195,433 miliar USD
203,851 miliar USD
187,687 miliar USD
190,883 miliar USD
196,547 miliar USD
191,916 miliar USD
194,976 miliar USD
...

Indikator Makro Serupa dengan Utang Luar Negeri

Utang Luar Negeri

Di Thailand, utang luar negeri merupakan bagian dari total utang yang terutang kepada kreditor di luar negeri.

Halaman makro untuk negara lain di Asia

Apa itu Utang Luar Negeri?

Utang eksternal adalah salah satu komponen utama dalam analisis makroekonomi yang memainkan peran penting dalam ekonomi suatu negara. Melalui situs web profesional Eulerpool, kami menyajikan data ekonomi makro, termasuk utang eksternal, yang tersedia bagi para ekonom, analis, investor, dan pembuat kebijakan untuk memahami dinamika ekonomi yang kompleks. Artikel ini ditujukan untuk memberikan wawasan mendalam tentang utang eksternal dan relevansinya dalam konteks ekonomi yang lebih luas. Utang eksternal dapat didefinisikan sebagai utang yang dimiliki oleh entitas ekonomi dari suatu negara kepada kreditur asing. Entitas yang dimaksud di sini bisa berupa pemerintah, perusahaan, atau individu. Utang eksternal ini dapat berwujud dalam berbagai bentuk, seperti pinjaman, obligasi, dan kredit perdagangan. Adanya utang eksternal memungkinkan negara untuk mengakses dana tambahan yang diperlukan untuk pembiayaan proyek-proyek, mendukung stabilitas ekonomi, dan memenuhi kebutuhan jangka pendek serta jangka panjang. Penting untuk mencermati bahwa ada dua jenis utama utang eksternal: utang sektor publik dan utang sektor swasta. Utang sektor publik adalah utang yang dimiliki oleh pemerintah atau lembaga publik lainnya, sedangkan utang sektor swasta adalah utang yang dimiliki oleh perusahaan atau individu swasta. Meskipun kedua jenis utang ini penting, fokus biasanya lebih banyak pada utang sektor publik karena dampaknya yang lebih luas terhadap ekonomi suatu negara. Salah satu alasan utama mengapa negara-negara mengambil utang eksternal adalah untuk menutup defisit anggaran. Defisit anggaran terjadi ketika pengeluaran pemerintah melebihi penerimaan negara. Dalam situasi seperti ini, utang eksternal dapat menjadi solusi untuk menutup kesenjangan tersebut. Selain itu, utang eksternal sering digunakan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur besar yang memerlukan investasi awal yang signifikan. Dengan mengakses dana melalui utang eksternal, negara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi infrastruktur. Namun demikian, ada risiko yang melekat pada utang eksternal, terutama jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu risiko utama adalah ketergantungan pada kreditur asing yang dapat mengakibatkan hilangnya kedaulatan ekonomi. Selain itu, fluktuasi nilai tukar mata uang dapat meningkatkan beban utang, terutama jika utang tersebut dilakukan dalam mata uang asing. Jika mata uang negara tersebut mengalami depresiasi, maka nilai utang dalam mata uang lokal akan meningkat, sehingga memberatkan pembayaran utang. Lebih jauh lagi, terlalu banyak utang eksternal dapat meningkatkan risiko ketidakstabilan ekonomi. Jika jumlah utang menjadi terlalu besar dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB), negara mungkin mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang. Ini dapat menyebabkan krisis utang yang pada akhirnya berdampak buruk terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, pengelolaan utang eksternal yang hati-hati dan terencana sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi. Analisis mendalam mengenai utang eksternal juga memperhitungkan struktur jatuh tempo utang. Utang jangka pendek memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun, sementara utang jangka panjang memiliki jatuh tempo lebih dari satu tahun. Penting untuk menyeimbangkan antara utang jangka pendek dan jangka panjang untuk menghindari tekanan likuiditas. Jatuh tempo utang yang terstruktur dengan baik dapat membantu negara mengelola arus kas dan memastikan bahwa pembayaran utang dapat dilakukan tepat waktu tanpa menimbulkan tekanan yang berlebihan pada anggaran negara. Selain itu, peran lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia juga penting dalam konteks utang eksternal. Lembaga-lembaga ini seringkali memberikan pinjaman kepada negara-negara yang mengalami kesulitan ekonomi dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Pinjaman dari lembaga-lembaga ini biasanya disertai dengan program reformasi ekonomi yang ditujukan untuk memperbaiki kinerja ekonomi negara peminjam dan meningkatkan kapasitas pembayaran utang. Indonesia sendiri memiliki pengalaman dalam mengelola utang eksternal. Pada beberapa dekade lalu, Indonesia mengalami krisis utang yang mengakibatkan penurunan tajam dalam perekonomian nasional. Namun, melalui reformasi ekonomi dan kebijakan pengelolaan utang yang hati-hati, Indonesia berhasil keluar dari krisis tersebut dan membangun kembali fondasi ekonomi yang lebih kuat. Pada konteks global, utang eksternal juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dunia. Ketidakpastian ekonomi global, seperti perang dagang, krisis keuangan, dan perubahan kebijakan moneter di negara-negara besar, dapat mempengaruhi kemampuan negara dalam mengelola utang eksternal. Oleh karena itu, penting bagi negara-negara untuk tetap waspada terhadap perkembangan ekonomi global dan mengambil langkah-langkah proaktif untuk memitigasi risiko yang mungkin timbul. Dalam era digital ini, akses terhadap data utang eksternal menjadi lebih mudah dan transparan. Situs web seperti Eulerpool menyediakan data yang relevan dan terkini mengenai utang eksternal, memungkinkan pengguna untuk melakukan analisis yang lebih mendalam dan akurat. Data ini dapat membantu pembuat kebijakan, ekonom, dan investor dalam membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan informasi yang terpercaya. Secara keseluruhan, utang eksternal adalah topik yang kompleks dan multidimensional dengan implikasi yang jauh melampaui sekadar angka-angka pada lembaran keuangan. Pengelolaan utang eksternal yang baik dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan, sementara pengelolaan yang buruk dapat membawa risiko serius bagi perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, penting bagi para pemangku kepentingan untuk terus memantau dan mengevaluasi posisi utang eksternal dalam rangka memastikan kesehatan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui platform Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyediakan data ekonomi makro yang komprehensif dan analisis yang mendalam. Kami berharap bahwa informasi yang kami sajikan dapat menjadi sumber daya yang bernilai bagi mereka yang ingin memahami lebih lanjut tentang dinamika utang eksternal dan dampaknya terhadap ekonomi global dan nasional.

Utang Luar Negeri Thailand — FAQ

What is the current Utang Luar Negeri in Thailand?

The current Utang Luar Negeri in Thailand is 203,014 miliarUSD as of 1/9/2025.

How has the Utang Luar Negeri in Thailand changed recently?

The Utang Luar Negeri in Thailand increased from 200,319 miliarUSD (1/6/2025) to 203,014 miliarUSD (1/9/2025).

What is the all-time high for Utang Luar Negeri in Thailand?

The all-time high for Utang Luar Negeri in Thailand was 204,34 miliarUSD, recorded on 1/3/2023.

What is the all-time low for Utang Luar Negeri in Thailand?

The all-time low for Utang Luar Negeri in Thailand was 58,98 miliarUSD, recorded on 1/6/2005.

What is the historical average of Utang Luar Negeri in Thailand?

The historical average of Utang Luar Negeri in Thailand is 135,39 miliarUSD, calculated over the period from 1/3/2005 to 1/9/2025.

Where does the Utang Luar Negeri data for Thailand come from?

The Utang Luar Negeri data for Thailand is sourced from Bank of Thailand and published on Eulerpool.