🇨🇭

Swiss Impor

Harga

Harga
17,761 miliar CHF
Perubahan +/-
-1,602 miliar CHF
Perubahan Persentase
-8,27 %

Nilai terkini dari Impor di Swiss adalah 17,761 miliar CHF. Impor di Swiss menurun menjadi 17,761 miliar CHF pada 1/2/2026, setelah sebelumnya 19,363 miliar CHF pada 1/1/2026. Dari 1/1/1950 hingga 1/12/2025, rata-rata PDB di Swiss adalah 7,46 miliar CHF. Tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/3/2025 dengan 22,30 miliar CHF, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/2/1950 dengan 273,20 Juta. CHF.

Sumber: Federal Customs Administration

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_downmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Impor

Impor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor
Date
Impor
1 Jan 1950
278,60 Juta. CHF
2 Jan 1950
273,20 Juta. CHF
3 Jan 1950
322,80 Juta. CHF
4 Jan 1950
275,40 Juta. CHF
5 Jan 1950
307,10 Juta. CHF
6 Jan 1950
329,50 Juta. CHF
7 Jan 1950
366,20 Juta. CHF
8 Jan 1950
421,30 Juta. CHF
9 Jan 1950
453,40 Juta. CHF
10 Jan 1950
483,00 Juta. CHF
11 Jan 1950
512,30 Juta. CHF
12 Jan 1950
513,70 Juta. CHF
1 Jan 1951
498,90 Juta. CHF
2 Jan 1951
499,60 Juta. CHF
3 Jan 1951
534,40 Juta. CHF
Access this data via the Eulerpool API

Impor Riwayat

Impor — Riwayat
TanggalNilai
17,761 miliar CHF
19,363 miliar CHF
19,473 miliar CHF
19,683 miliar CHF
20,006 miliar CHF
19,563 miliar CHF
17,449 miliar CHF
18,408 miliar CHF
18,471 miliar CHF
19,252 miliar CHF
...

Indikator Makro Serupa dengan Impor

Impor

Impor utama Swiss adalah mutiara alami atau budidaya, batu mulia atau semi-mulia, logam mulia, logam yang dilapisi dengan logam mulia, dan artikel terkait; perhiasan imitasi; mata uang (31 persen dari total impor); produk farmasi (11 persen); reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis; bagian dari barang-barang tersebut (7 persen); kendaraan (6 persen); mesin dan peralatan listrik dan bagiannya; perekam dan reproduksi suara, perekam dan reproduksi gambar televisi, serta bagian dan aksesori dari barang-barang tersebut (5 persen); bahan kimia organik (5 persen); bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk distilasinya; bahan bitumen; lilin mineral (3 persen); serta instrumen dan peralatan optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah; bagian dan aksesori dari barang-barang tersebut (3 persen). Jerman adalah sumber impor terbesar (21 persen dari total impor), diikuti oleh Italia (8 persen), Prancis dan AS (masing-masing 7 persen), Inggris dan China (masing-masing 6 persen), UAE (5 persen), Austria dan Irlandia (masing-masing 3 persen), Spanyol, Thailand, Belanda, Belgia, dan Jepang (masing-masing 2 persen).

Apa itu Impor?

Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.

Impor Swiss — FAQ

What is the current Impor in Swiss?

The current Impor in Swiss is 17,761 miliarCHF as of 1/2/2026.

How has the Impor in Swiss changed recently?

The Impor in Swiss decreased from 19,363 miliarCHF (1/1/2026) to 17,761 miliarCHF (1/2/2026).

What is the all-time high for Impor in Swiss?

The all-time high for Impor in Swiss was 22,30 miliarCHF, recorded on 1/3/2025.

What is the all-time low for Impor in Swiss?

The all-time low for Impor in Swiss was 273,20 Juta.CHF, recorded on 1/2/1950.

What is the historical average of Impor in Swiss?

The historical average of Impor in Swiss is 7,46 miliarCHF, calculated over the period from 1/1/1950 to 1/12/2025.

Where does the Impor data for Swiss come from?

The Impor data for Swiss is sourced from Federal Customs Administration and published on Eulerpool.